Dari Lantai Pabrik ke Tepi Antariksa, Huang Xiaochi Rogoh 3 Juta Yuan di Usia 73

Huang Xiaochi, mantan buruh pabrik asal China, mengalokasikan 3 juta yuan untuk membeli tiket perjalanan ke tepi ruang angkasa. Pada usia 73 tahun, ia dijadwalkan terbang dalam layanan wisata antariksa komersial China pada 2028.

Tiket prapenjualan itu bernilai sekitar US$440.000 per orang untuk penerbangan suborbital menggunakan pesawat CYZ1. Huang tidak mengemukakan alasan yang rumit atas keputusan tersebut, selain ingin melihat-lihat seperti ketika melakukan perjalanan biasa.

Perjalanan Menuju Batas Ruang Angkasa

Huang tercatat sebagai penumpang nomor 022 CYZ1 sejak 8 Agustus 2026. Pesawat itu dikembangkan oleh InterstellOr, perusahaan rintisan antariksa komersial China.

InformasiDetail
PenumpangHuang Xiaochi, 73 tahun
PesawatCYZ1
Operator proyekInterstellOr
Nomor penumpang022
Jadwal penerbangan2028
Harga prapenjualan3 juta yuan atau sekitar US$440.000

Penerbangan CYZ1 direncanakan membawa Huang dalam lintasan suborbital hingga garis Kármán. Batas pada ketinggian sekitar 100 kilometer dari permukaan laut itu luas digunakan sebagai penanda awal ruang angkasa.

Dari ketinggian tersebut, ia berpeluang melihat lengkungan Bumi dari luar atmosfer. Pengalaman itu menjadi tujuan yang ingin dicapai Huang setelah puluhan tahun bekerja di sektor manufaktur.

Tergerak oleh Peluncuran Shenzhou 23

Keputusan Huang untuk mendaftar misi CYZ1 dibuat sehari sebelum peluncuran pesawat berawak Shenzhou 23 dari Jiuquan Satellite Launch Centre pada 24 Mei 2026. Ia kemudian datang langsung ke Jiuquan untuk menyaksikan peluncuran tersebut.

Salah satu awak Shenzhou 23 adalah Lai Ka-ying, astronaut pertama asal Hong Kong yang juga keturunan Shunde. Kesamaan asal daerah itu menjadi konteks yang mengiringi ketertarikan Huang terhadap penerbangan antariksa.

Saat menyaksikan peluncuran, Huang mengutip pandangan mengenai dorongan manusia untuk menjelajah ruang angkasa. “Bumi adalah tempat lahir umat manusia, tetapi kita tidak ingin selamanya tinggal di tempat lahir itu,” kata Huang.

Meniti Karier dari Pabrik

Menurut CNBC Indonesia yang mengutip South China Morning Post, Huang lahir pada 1953 di Shunde, Foshan, Provinsi Guangdong, China selatan. Ia bergabung dengan produsen peralatan rumah tangga Kelon ketika perusahaan itu berdiri di kampung halamannya pada 1984.

Pendidikan formalnya berhenti pada jenjang sekolah menengah, tetapi Huang terus belajar secara mandiri. Ia mempelajari gambar teknik, fisika, kimia, geometri, serta bahasa Inggris untuk memperluas kemampuannya.

Bekal tersebut mengantarkannya dari posisi petugas pengendalian kualitas menjadi wakil presiden bidang teknik di Kelon. Dalam perjalanannya, Huang memimpin tim penelitian dan pengembangan produk perusahaan.

Tim yang dipimpinnya menciptakan kulkas pertama Kelon serta mengembangkan kulkas hemat energi pertama di China tanpa freon. Perubahan karier dari pekerja pabrik menjadi calon penumpang CYZ1 kemudian menarik perhatian pengguna internet di China.

Seorang pengguna internet merangkum perjalanan hidup Huang dengan kalimat, “Dia telah menjalani hidupnya sepenuhnya.” Bagi Huang, penerbangan pada 2028 membuka kesempatan untuk melihat Bumi dari perspektif yang selama ini hanya dapat dibayangkan dari daratan.

Baca Juga