TelkomGroup memulihkan sekitar 400 BTS dan layanan bagi 2.600 pelanggan IndiHome yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur dalam waktu kurang dari 24 jam. Kecepatan pemulihan ini menjadi penting karena gangguan sempat mengenai layanan seluler, internet rumah, serta layanan digital di sejumlah wilayah.
Gangguan terjadi setelah gempa pada Sabtu (15/8) memengaruhi infrastruktur telekomunikasi di NTT. Penanganan dilakukan di tengah kondisi darurat dengan keselamatan personel lapangan tetap menjadi prioritas.
Status Layanan Berangsur Membaik
Hingga pembaruan terakhir, 85% dari total 735 site BTS Telkomsel telah kembali beroperasi. Layanan IndiHome juga telah menjangkau 16.788 dari total 17.062 pelanggan, atau setara 98,3% pelanggan.
| Indikator Layanan | Kondisi Pemulihan | Keterangan |
|---|---|---|
| Site BTS Telkomsel | 85% dari 735 site beroperasi | Sebagian site masih ditangani |
| BTS terdampak pada awal kejadian | Sekitar 400 BTS pulih | Pemulihan kurang dari 24 jam |
| Pelanggan IndiHome | 16.788 dari 17.062 pelanggan terlayani | Setara 98,3% |
Pada awal gangguan, sekitar 50% BTS Telkomsel dilaporkan terdampak. Site yang masih dalam penanganan tersebar di Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Alor, Ende, dan Ngada.
Kecepatan pemulihan di tiap lokasi bergantung pada kondisi lapangan, kesiapan infrastruktur pendukung, dan kembalinya pasokan listrik. Pelanggan yang belum terlayani masih menjalani pemulihan bertahap sesuai prioritas penanganan di lapangan.
Jalur Cadangan dan Genset Menopang Layanan
Jaringan backbone TelkomGroup tetap berfungsi melalui jalur cadangan, meski sejumlah kabel fiber optik di darat dan laut mengalami putus. Kondisi tersebut membuat kapasitas layanan di beberapa titik menurun selama proses perbaikan berlangsung.
TelkomGroup mengoptimalkan jalur cadangan agar konektivitas tetap tersedia ketika perbaikan infrastruktur dilakukan. Perusahaan juga mengoperasikan genset bergerak dan genset tetap untuk menopang kebutuhan listrik di area terdampak.
Sebanyak 300 tim teknis dikerahkan untuk melakukan asesmen, memperbaiki jaringan, dan menangani infrastruktur pendukung. Penanganan dilakukan bertahap dengan memusatkan perhatian pada titik prioritas serta keamanan masyarakat di sekitar lokasi.
Proses pemulihan melibatkan koordinasi dengan Danantara Indonesia, BP BUMN, Kementerian Komunikasi dan Digital RI, BNPB dan BPBD, TNI/Polri, pemerintah daerah, mitra, serta relawan. Kolaborasi tersebut ditujukan agar perbaikan layanan dan penanganan kondisi darurat berjalan terarah.
Paket Darurat untuk Wilayah Terdampak
Telkomsel menyediakan Paket Darurat seharga Rp1 bagi pelanggan di wilayah terdampak, berisi 3GB data, 100 SMS, dan 300 menit telepon. Paket ini berlaku selama tujuh hari dan dapat diaktifkan melalui kode 88820#.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyatakan konektivitas menjadi kebutuhan vital ketika bencana terjadi. “Kami memahami bahwa di tengah situasi bencana seperti ini, konektivitas menjadi kebutuhan yang semakin vital bagi masyarakat, baik untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun untuk memperoleh informasi dan dukungan yang dibutuhkan,” ujar Dian.
Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai kondisi layanan dan penanganan bencana melalui Hotline Tanggap Bencana TelkomGroup di 0800-111-9000. Layanan tersebut tersedia selama 24 jam dan dapat diakses tanpa biaya pulsa.






