Lebih dari 60 Warga Meninggal, 4.541 Rumah Rusak akibat Gempa M7,7 NTT

Gempa M7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur telah menewaskan lebih dari 60 warga dan merusak sedikitnya 4.541 rumah di tujuh kabupaten. Besarnya kerusakan bangunan membuat pendataan pascagempa masih menjadi pekerjaan utama di sejumlah wilayah terdampak.

Situasi juga belum sepenuhnya stabil karena rangkaian gempa susulan terus tercatat setelah guncangan utama. Pos Pendamping Nasional mencatat 1.576 gempa susulan hingga 17 Agustus, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2.

BMKG melaporkan 54 gempa susulan di antaranya dirasakan warga. BNPB menilai aktivitas seismik masih berfluktuasi dan pola peluruhannya belum terlihat jelas.

BNPB memperkirakan kondisi gempa mulai stabil dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan mengingat guncangan susulan masih terjadi di kawasan terdampak.

Ngada Menjadi Wilayah dengan Dampak Rumah Terbesar

Data BNPB yang diperbarui pada Senin, 17 Agustus, menunjukkan Ngada mencatat jumlah rumah terdampak paling besar, yakni 1.796 unit. Tingkat kerusakan setiap bangunan di kabupaten tersebut masih dalam tahap pendataan dan verifikasi.

Di luar Ngada, enam kabupaten mencatat 2.745 rumah dengan kategori rusak berat, sedang, dan ringan yang telah dirinci. Manggarai menjadi daerah dengan rumah rusak berat terbanyak dalam data tersebut, mencapai 761 unit.

KabupatenRusak BeratRusak SedangRusak Ringan/Status
Nagekeo116642 rumah ringan
Ende10885268 rumah ringan
Manggarai76176147 rumah ringan
Manggarai Timur231511 rumah ringan
Manggarai Barat481202231 rumah ringan
Sikka1451612 rumah ringan
Ngada1.796 rumah terdampak, tingkat kerusakan masih diverifikasi

Manggarai memiliki total 984 rumah terdampak setelah menghitung kerusakan berat, sedang, dan ringan. Jumlah itu menjadi yang tertinggi di antara enam kabupaten yang rincian tingkat kerusakannya telah tersedia.

Manggarai Barat menyusul dengan 914 rumah terdampak, terdiri atas 481 rumah rusak berat, 202 rusak sedang, dan 231 rusak ringan. Ende mencatat 461 rumah terdampak, dengan 108 rumah rusak berat dan 268 rumah rusak ringan.

Di Nagekeo, terdapat 164 rumah terdampak dan 116 unit di antaranya mengalami rusak berat. Sikka melaporkan 173 rumah terdampak, sedangkan Manggarai Timur mencatat 49 rumah terdampak.

Fasilitas Publik dan Jalan Turut Terdampak

Kerusakan akibat gempa tidak hanya terjadi pada rumah warga. BNPB juga melaporkan dampak pada tempat ibadah, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, perkantoran, serta akses jalan.

Kondisi tersebut menambah kebutuhan verifikasi kerusakan bangunan dan infrastruktur di wilayah terdampak. Data dari Ngada menjadi bagian penting untuk memperbarui gambaran total dampak gempa di NTT.

Menurut data yang dikutip CNBC Indonesia, Basarnas pada hari ketiga pascagempa tidak lagi menerima laporan orang hilang di wilayah terdampak. Namun, catatan gempa susulan menunjukkan kewaspadaan masih diperlukan hingga aktivitas seismik mereda.

Baca Juga