Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026, telah menewaskan 47 orang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat angka tersebut sebagai data sementara hingga pukul 18.48 WIB pada hari yang sama.
Besarnya jumlah korban menempatkan keselamatan warga sebagai perhatian utama setelah guncangan utama terjadi. Di tengah pendataan yang masih berjalan, Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat di Indonesia turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kemungkinan gempa susulan.
Data Dampak Masih Bersifat Sementara
| Informasi | Data Sementara |
|---|---|
| Kekuatan gempa utama | Magnitudo 7,7 |
| Waktu kejadian | Sabtu, 15 Agustus 2026 |
| Korban meninggal | 47 orang hingga pukul 18.48 WIB |
| Warga terdampak | Sekitar 2.000 jiwa |
| Jumlah pengungsi | Masih dalam proses pendataan |
Selain korban meninggal, Kementerian Sosial RI menerima laporan awal mengenai sekitar 2.000 jiwa yang terdampak bencana tersebut. Jumlah warga yang mengungsi belum dapat dipastikan karena pendataan di lapangan masih berlangsung.
BNPB menegaskan bahwa angka korban dapat berubah seiring masuknya laporan dari wilayah terdampak. Pembaruan juga akan menentukan gambaran lebih rinci mengenai kondisi warga dan dampak gempa di masing-masing daerah.
Sejumlah Kabupaten Masuk Laporan Dampak
Laporan sementara mencatat dampak gempa terutama terjadi di Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende. Wilayah-wilayah tersebut menjadi fokus perhatian dalam pendataan setelah guncangan besar melanda NTT.
Informasi yang tersedia sejauh ini berfokus pada korban meninggal, jumlah warga terdampak, serta pendataan pengungsi. Rincian mengenai kondisi di tiap kabupaten masih bergantung pada pembaruan dari pihak berwenang.
Pesan Duka dan Kewaspadaan dari Kedubes AS
Melalui unggahan di X pada Minggu, 16 Agustus 2026, Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat menyampaikan simpati kepada keluarga korban serta warga yang terkena dampak. Pernyataan itu juga ditujukan kepada korban luka-luka yang menghadapi situasi pascagempa.
“Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat di Indonesia menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada mereka yang kehilangan orang-orang terkasih akibat gempa bumi dahsyat dan dampaknya di Nusa Tenggara Timur,” demikian pernyataan perwakilan AS. Pesan tersebut menjadi bentuk simpati internasional bagi warga yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana.
Kedubes AS turut meminta masyarakat tetap berhati-hati karena gempa susulan dapat terjadi setelah guncangan utama. Imbauan itu sejalan dengan catatan BNPB mengenai adanya aktivitas gempa susulan setelah gempa magnitudo 7,7.
Situasi pascagempa masih berkembang seiring proses pendataan dan penanganan di NTT. Kepastian jumlah pengungsi maupun perubahan data korban akan menunggu laporan terbaru dari instansi yang berwenang.






