Geely Bidik Daya Jelajah 1.000 Km, Baterai 500 Wh/kg Masih Hadapi Ujian

Geely menargetkan baterai solid-state dengan densitas energi hingga 500 Wh/kg, angka yang berpotensi membawa kendaraan listrik melaju lebih dari 1.000 kilometer dalam sekali pengisian daya. Target tersebut dapat mengubah batas penggunaan mobil listrik, terutama untuk perjalanan jarak jauh yang selama ini masih bergantung pada perencanaan pengisian daya.

Namun, potensi daya jelajah panjang itu belum berarti teknologi tersebut siap diproduksi massal. Geely masih perlu membuktikan kestabilan baterai, usia pakai, biaya produksi, dan kemampuan manufakturnya dalam penggunaan kendaraan nyata.

Tantangan Terbesar Ada di Tahap Produksi

Baterai solid-state menjadi perhatian banyak produsen karena dapat menyimpan energi lebih besar tanpa menambah bobot paket baterai secara ekstrem. Kendala utamanya tetap berada pada proses produksi dan kestabilan antarmuka antarmaterial di dalam sel baterai.

Baterai berbasis sulfida, yang menjadi salah satu arah pengembangan teknologi ini, disebut masih memiliki biaya lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. Artinya, kehadiran baterai pada kendaraan uji belum otomatis akan menggantikan teknologi baterai yang saat ini digunakan secara luas.

Geely juga harus memastikan baterai tersebut mampu bekerja dalam beragam kondisi suhu. Dalam pengembangan materialnya, perusahaan menggandeng Dow Chemical untuk mengembangkan perekat sel yang dirancang stabil pada suhu minus 40 derajat Celsius hingga 120 derajat Celsius.

Selisih Densitas Energi Sangat Besar

Densitas energi menunjukkan banyaknya energi yang dapat disimpan baterai dibandingkan dengan bobotnya. Semakin tinggi angkanya, semakin besar peluang produsen menambah kapasitas baterai tanpa membuat kendaraan menjadi jauh lebih berat.

Jenis BateraiDensitas EnergiKeterangan
Golden Brick cairSekitar 250 Wh/kgDiukur pada tingkat sel
Solid-state GeelyHingga 500 Wh/kgTarget varian tertinggi

Target densitas energi baterai Geely mencapai sekitar dua kali lipat dibandingkan baterai cair Golden Brick yang telah dikembangkan perusahaan. Kenaikan ini dapat digunakan untuk mengurangi bobot paket baterai atau meningkatkan kapasitas energi dengan tambahan bobot yang lebih terkendali.

Dalam skenario yang disiapkan perusahaan, peningkatan kepadatan energi itu membuka peluang Mobil Listrik 1.000 Km dalam satu kali pengisian daya. Kemampuan riilnya tetap bergantung pada hasil pengujian kendaraan, karena jarak tempuh dipengaruhi pula oleh kondisi penggunaan di jalan.

Verifikasi Kendaraan Ditargetkan pada 2026

Geely Holding menargetkan pemasangan baterai all-solid-state hasil pengembangan internal pada kendaraan untuk tahap verifikasi pada 2026. Tahap ini menjadi pembeda penting karena teknologi tidak lagi hanya diuji dalam kondisi laboratorium.

Setelah verifikasi kendaraan dilakukan, Geely merencanakan penerapan tahap awal pada 2027 setelah menjalani validasi dalam kondisi penggunaan nyata. Otomotif Kompas melaporkan rencana tersebut dengan mengacu pada CarNewsChina.

Jadwal 2027 tidak berarti baterai tersebut langsung memasuki produksi besar-besaran. Tahun itu lebih menjadi fase pembuktian untuk mengukur kesiapan teknologi pada skala yang lebih luas.

Berpotensi Dipakai Merek-Merek dalam Grup

Teknologi Baterai Solid-State ini tidak hanya disiapkan untuk kendaraan dengan merek Geely. Baterai tersebut berpotensi diterapkan pada merek lain dalam ekosistem Geely Holding, termasuk Zeekr, Lynk & Co, Volvo, Polestar, Lotus, Smart, Proton, dan Farizon.

Penerapan lintas merek dapat memperbesar peluang penggunaan teknologi tersebut apabila seluruh tahapan validasi berjalan sesuai rencana. Bagi Geely, pengembangan baterai internal juga dapat menjadi fondasi teknologi yang digunakan di portofolio kendaraan yang lebih luas.

Sejumlah produsen otomotif dan baterai China turut menempatkan 2027 sebagai periode penting bagi pengembangan baterai solid-state. BYD, misalnya, menargetkan produksi dalam jumlah kecil pada tahun tersebut, sedangkan perusahaan lain bergerak menuju demonstrasi kendaraan dan produksi terbatas.

Hasil pengujian Geely dalam beberapa tahun mendatang akan menentukan apakah target daya jelajah lebih dari 1.000 kilometer dapat diterapkan secara nyata. Sebelum itu terjadi, teknologi ini masih harus melewati pengujian ketat untuk membuktikan keamanan, ketahanan, dan kelayakan produksinya.

Baca Juga