Feri RIDA di Danau Kariba Tewaskan 72 Orang, Muatan Jauh Melebihi Kapasitas

Jumlah korban tewas dalam kecelakaan feri RIDA di Danau Kariba, Zimbabwe, meningkat menjadi 72 orang. Tiga jenazah tambahan ditemukan pada larut malam 15 Agustus 2026 saat pencarian di lokasi masih berlangsung.

Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan perairan paling mematikan di wilayah tersebut. Kepolisian Republik Zimbabwe (ZRP) menyatakan proses pencarian dan identifikasi korban belum dihentikan.

Tragedi itu juga menimpa banyak anak-anak. Lembaga penyiaran pemerintah Zimbabwe, ZBC, melaporkan sedikitnya 18 anak meninggal, dengan 16 di antaranya berusia di bawah 10 tahun.

Di antara korban terdapat Wendy Ndandarika, bayi berusia satu tahun. Kapten kapal berusia 59 tahun, Sign Patsikadova, juga termasuk dalam daftar korban meninggal.

Penyintas Dievakuasi ke Pulau Terdekat

Sebanyak 77 orang berhasil diselamatkan setelah kapal terbalik. Mereka sempat dievakuasi ke pulau terdekat sebelum kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan di Kota Kariba.

Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan personel militer, penyelam kepolisian, serta nelayan lokal. Aparat masih menangani kebutuhan para penyintas dan keluarga korban di tengah proses identifikasi jenazah.

Pemerintah Zimbabwe telah menetapkan peristiwa tersebut sebagai bencana nasional pada 12 Agustus 2026. Bantuan logistik pangan juga dikerahkan bagi keluarga yang terdampak kecelakaan itu.

Perkembangan Jumlah Korban

Tanggal PembaruanKorban TewasKeterangan
12 Agustus 202644 orangPembaruan awal ZRP
15 Agustus 202668 orang22 jenazah kembali ditemukan
Larut malam 15 Agustus 202672 orangTiga jenazah tambahan ditemukan

Angka korban bertambah secara bertahap dalam beberapa hari setelah kecelakaan. ZRP menegaskan pembaruan jumlah korban bergantung pada hasil pencarian dan identifikasi yang terus dilakukan.

Feri milik Badan Pengembangan Infrastruktur Pedesaan atau RIDA itu berangkat dari pelabuhan Kariba pada 11 Agustus 2026. Kapal tersebut membawa sekitar 153 orang, padahal kapasitas resminya hanya 90 penumpang.

Jumlah penumpang yang melampaui batas menjadi salah satu faktor yang diduga memperburuk keadaan ketika kapal menghadapi cuaca buruk. Kapal disebut menghadapi gelombang tinggi sebelum akhirnya terbalik di Danau Kariba.

Kesaksian tentang Air yang Masuk ke Kapal

Seorang penumpang perempuan yang selamat mengatakan air mulai masuk ke dalam kapal tidak lama setelah pelayaran dimulai. Dalam kesaksiannya yang dikutip AFP, para penumpang meminta kapal kembali ke tepian ketika ombak semakin kuat.

“Kami terus melanjutkan perjalanan meski ada air di dalam kapal, sementara ombak semakin kuat dan mengguncang kapal,” kata penumpang tersebut. Ia mengatakan para penumpang juga meminta pengemudi menghubungi kapten, tetapi permintaan itu ditolak.

Penanganan kini berfokus pada pencarian lanjutan, identifikasi korban, serta dukungan bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Keterangan resmi dari Kepolisian Republik Zimbabwe menunjukkan jumlah korban masih dapat diperbarui seiring operasi berlanjut.

Baca Juga