Djed Spence Tinggalkan Tottenham, Inter Milan Bayar 30 Juta Euro untuk Kontrak hingga 2031

Inter Milan mengeluarkan sekitar 30 juta euro untuk mendatangkan Djed Spence dari Tottenham Hotspur pada bursa transfer musim panas 2026. Bek asal Inggris berusia 26 tahun itu menandatangani kontrak lima tahun yang membuatnya terikat di klub hingga 2031.

Nilai investasi tersebut menegaskan kebutuhan Inter terhadap pemain sisi lapangan yang mampu memberi pilihan lebih luas di lini pertahanan. Spence diproyeksikan mengisi ruang yang ditinggalkan Matteo Darmian setelah kontraknya bersama Nerazzurri berakhir.

Fleksibilitas untuk Struktur Pertahanan

Pelatih Cristian Chivu akan memiliki pemain yang dapat dimainkan sebagai bek sayap maupun wingback. Kemampuan menjalankan dua peran itu menjadi pertimbangan penting bagi Inter dalam membangun komposisi pertahanan untuk jangka panjang.

Spence dikenal mengandalkan kecepatan saat beroperasi di sisi lapangan. Fleksibilitas posisinya juga membawanya masuk ke skuad tim nasional Inggris sejak tahun lalu.

Ia bahkan menjadi pilihan Thomas Tuchel untuk Piala Dunia 2026. Inggris menuntaskan turnamen tersebut di posisi ketiga.

Kedatangan Spence melanjutkan upaya Inter membentuk pertahanan dengan sejumlah pemain berpengalaman dari sepak bola Inggris. Sebelumnya, klub telah mendatangkan John Stones dan mempermanenkan Manuel Akanji.

Inter juga menambah opsi skuad melalui perekrutan Ivan Provedel serta Aleksandar Stankovic. Dengan Spence, variasi pilihan di area sayap menjadi lebih banyak bagi Chivu.

Modal dari Periode Terbaik di Tottenham

Spence meninggalkan Tottenham setelah membela klub London Utara tersebut sejak 2022. Performa pemain Inggris itu meningkat dalam dua musim terakhir, termasuk ketika membantu Spurs meraih gelar Liga Europa 2024/2025.

Gelar tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanannya bersama Tottenham. Perjalanan Eropa klub, terutama malam di Bilbao, disebut Spence sebagai kenangan yang akan selalu disimpannya.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Spence menyampaikan salam perpisahan kepada staf, rekan setim, dan pendukung Tottenham. Ia menggambarkan masa tugasnya di klub itu sebagai perjalanan yang sarat pengalaman dan momen penting.

“Sebuah bab istimewa telah berakhir. Perjalanan ini sungguh luar biasa, penuh dengan kenangan, momen, dan pengalaman yang akan selalu kusimpan selamanya, terutama malam itu di Bilbao,” tulis Spence.

Dalam pesan lanjutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada staf yang mendampinginya dan para pemain yang dianggapnya seperti keluarga. Spence juga secara khusus berterima kasih kepada pendukung Spurs yang menemani perjalanannya di klub.

“Terima kasih kepada seluruh staf yang telah membantuku sepanjang perjalanan ini, para pemain yang telah menjadi seperti keluarga bagiku, dan yang terpenting, terima kasih kepada para penggemar,” lanjutnya. “Kini saatnya membuka bab baru, namun Spurs akan selalu memiliki tempat di hatiku.”

Peluang Adaptasi di Italia

Proses adaptasi Spence di Italia berpotensi terbantu oleh keberadaan Akanji dan Stones, dua pemain yang juga pernah berkarier di Liga Premier. Kehadiran rekan dengan latar sepak bola serupa dapat memberi konteks yang lebih akrab bagi pemain baru Inter tersebut.

Bagi Inter, transfer ini bukan sekadar penambahan pemain, melainkan jawaban atas kebutuhan setelah Darmian pergi. Kontrak hingga 2031 memberi waktu bagi klub untuk menjadikan Spence sebagai bagian penting dari proyek pertahanan mereka.

Baca Juga