Beban 15.000 Km Menanti Persib jika Menang atas Manila Digger di ACL 2

Persib Bandung berpotensi menempuh perjalanan udara sekitar 15.000 kilometer apabila lolos ke fase grup ACL 2 2026/2027. Jarak tersebut menjadi beban tambahan karena Maung Bandung harus menjalani laga tandang hingga Korea Selatan, Vietnam, dan Australia.

Tantangan mobilitas itu tidak berhenti pada jauhnya tujuan pertandingan. Persib juga perlu memulai perjalanan internasional melalui transit di Jakarta atau Bali karena Bandung belum memiliki bandara internasional.

Tiga Perjalanan Jauh di Grup E

Jika melewati babak play-off, Persib akan masuk ke Grup E Wilayah Timur. Berdasarkan informasi yang dikutip CNN Indonesia, grup ini berisi FC Seoul, Melbourne Victory, serta The Cong-Viettel.

Tiga calon lawan tersebut berada di kota yang terpisah jauh dari Bandung. Persib dijadwalkan menghadapi agenda tandang ke Seoul, Hanoi, dan Melbourne selama fase grup berlangsung.

LawanNegaraTujuan tandangPerkiraan jarak
FC SeoulKorea SelatanSeoulLebih dari 5.300 km
The Cong-ViettelVietnamHanoiLebih dari 4.400 km
Melbourne VictoryAustraliaMelbourneLebih dari 5.300 km

Rute menuju Seoul dan Melbourne masing-masing diperkirakan melampaui 5.300 kilometer. Perjalanan ke Hanoi juga tidak singkat, dengan jarak lebih dari 4.400 kilometer dari Bandung.

Akumulasi tiga rute tersebut membawa total perjalanan Persib ke kisaran 15.000 kilometer. Angka ini menggambarkan tuntutan fisik dan pengelolaan waktu yang perlu diperhatikan klub sepanjang fase grup.

Berbeda dari Musim Sebelumnya

Situasi Persib pada musim 2025/2026 relatif berbeda dari potensi agenda musim berikutnya. Saat itu, Persib berada di Grup G bersama klub-klub dari Thailand, Singapura, dan Malaysia yang secara geografis lebih dekat.

Jarak yang lebih pendek pada musim lalu membuat perjalanan tandang tidak sejauh kemungkinan rute ke Asia Timur dan Australia. Pada edisi 2026/2027, perpindahan lintas negara dapat menjadi bagian penting dari persiapan pertandingan.

Kondisi akses penerbangan juga membedakan Persib dengan para calon pesaingnya. Melbourne, Seoul, dan The Cong memiliki akses bandara internasional langsung di kota masing-masing.

Bagi Persib, transit sebelum penerbangan internasional menambah rangkaian perjalanan menuju laga tandang. Faktor itu berpotensi memperbesar kompleksitas pengaturan jadwal, pemulihan pemain, dan persiapan tim.

Lawan Membawa Ambisi Besar

Jarak bukan satu-satunya persoalan yang akan dihadapi Persib di Grup E ACL 2. Setiap calon lawan datang dengan target tinggi setelah menjalani musim domestik sebelumnya.

FC Seoul yang ditangani Kim Gi Dong membidik posisi tiga besar K-League. Klub Korea Selatan tersebut menutup musim sebelumnya di peringkat keenam kompetisi domestik.

Melbourne Victory juga mengusung target tiga besar bersama pelatih Giovanni Savarese. Tim Australia itu finis di posisi keempat Liga Australia pada musim sebelumnya.

The Cong-Viettel tidak dapat dipandang ringan meski berstatus runner-up Liga Vietnam. Tim racikan Velizar Popov disebut melakukan persiapan serius dengan target mengejar gelar ACL 2 musim ini.

Seluruh skenario tersebut baru terbuka apabila Persib mengalahkan Manila Digger pada laga play-off. Pertandingan penentu itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 31 Agustus 2026.

Kemenangan atas Manila Digger akan membawa Persib ke persaingan yang menuntut kesiapan teknis sekaligus ketahanan perjalanan. Fase grup nanti dapat menguji kemampuan Maung Bandung menghadapi lawan ambisius di tengah jadwal tandang yang sangat panjang.

Baca Juga