Arsenal memenangi Community Shield 2026 dengan skor 3-0 atas Manchester City setelah gol pada 25 detik pertama mengubah arah pertandingan. Keunggulan sangat dini itu membuat City harus mengejar ketertinggalan sejak awal dan memberi Arsenal kendali atas ritme laga.
Kemenangan tersebut diraih Arsenal di Principality Stadium, Cardiff, pada Minggu (16/8/2026) malam WIB. Manchester City yang dilatih Enzo Maresca berusaha membangun penguasaan bola, tetapi tidak mampu mengubah peluang menjadi gol.
Riccardo Calafiori menjadi pemecah kebuntuan ketika pertandingan belum mencapai satu menit. Gol itu membuat Arsenal berada dalam posisi ideal untuk menekan lawan sekaligus memanfaatkan ruang yang muncul saat City bermain lebih terbuka.
Maresca menilai kebobolan cepat menjadi faktor yang sangat memengaruhi timnya dalam pertandingan dengan persaingan ketat. Ia tetap melihat respons para pemain City cukup baik setelah gol pertama, sebelum situasi berubah lebih berat karena gol kedua Arsenal.
“Menurut saya, gol yang masuk ke gawang kami setelah 25 detik laga berjalan sayangnya memengaruhi laga di momen itu. Saya rasa usai gol tercipta, reaksinya cukup bagus sebelum kebobolan yang kedua kali,” ujar Enzo Maresca.
City Gagal Memanfaatkan Peluang
Menurut laporan Detik Sport, City sempat memperoleh sejumlah peluang matang setelah tertinggal lebih dahulu. Namun, momentum tersebut tidak menghasilkan gol balasan sebelum Arsenal memperlebar jarak melalui Kai Havertz.
Maresca menyebut timnya memiliki tiga atau empat kesempatan untuk memperbaiki kedudukan. Kegagalan memaksimalkan peluang itu membuat City justru kembali menerima tekanan ketika Arsenal mencetak gol kedua.
“Kami punya tiga atau empat peluang tapi sayangnya kami kebobolan gol kedua dan situasi kian rumit. Kecewa ya dengan gol cepat itu karena di partai semacam ini levelnya sangat mirip,” tutur Maresca.
Gol Havertz pada menit ke-28 membawa Arsenal unggul dua gol sebelum jeda. Kedudukan itu menempatkan City dalam situasi yang semakin sulit karena mereka perlu mengambil risiko lebih besar untuk mengejar pertandingan.
| Pencetak Gol | Menit | Skor Setelah Gol |
|---|---|---|
| Riccardo Calafiori | Kurang dari 1 menit | Arsenal 1-0 Manchester City |
| Kai Havertz | 28 | Arsenal 2-0 Manchester City |
| Martin Odegaard | 48 | Arsenal 3-0 Manchester City |
Gol Ketiga Menutup Peluang City
Martin Odegaard kemudian memastikan kemenangan Arsenal melalui gol pada menit ke-48. Gol ketiga itu menutup peluang City untuk membalikkan keadaan meski mereka tetap berusaha menguasai jalannya laga.
Tekanan Arsenal membuat penguasaan bola City tidak berkembang menjadi serangan yang efektif. Tim Maresca dipaksa bermain lebih terbuka, sementara Arsenal mampu menjaga tekanan setelah membangun keunggulan besar.
“Sehingga saat kebobolan, keadaannya menjadi sulit tapi aksi setelah kebobolan gol pertama itu cukup bagus dan kami menciptakan peluang-peluang. Tapi sekali lagi, di kedudukan 2-0 situasi makin rumit,” kata penerus Pep Guardiola tersebut.
Bagi Arsenal, gol kilat Calafiori menjadi dasar penting dari kemenangan telak ini. Bagi Manchester City, pertandingan tersebut diwarnai penyesalan karena beberapa peluang untuk merespons tidak dapat dimaksimalkan.
Hasil 3-0 memperlihatkan bagaimana kesalahan pada awal pertandingan dapat menentukan jalannya laga. Arsenal memanfaatkan momentum itu secara efektif hingga akhir pertandingan, sedangkan City tidak menemukan jalan untuk mengubah situasi.






