AirTag, SmartTag2, atau Pixel Tag? Pilihan Tracker Bergantung pada Ponsel Anda

Harga dan ketahanan Pixel Tag, Apple AirTag, serta Galaxy SmartTag2 nyaris tidak membedakan ketiganya. Faktor yang paling menentukan justru ekosistem ponsel, karena masing-masing tracker hanya bekerja optimal dengan jaringan pelacakan yang berbeda.

Pengguna Android kini memiliki Pixel Tag sebagai pilihan yang dapat digunakan pada perangkat dengan Android 9 atau lebih baru. Tracker seharga $29 ini membuka alternatif bagi pengguna Android yang tidak memakai Samsung Galaxy, meski fitur pencarian presisinya tetap bergantung pada kemampuan ponsel.

Memilih Tracker Berdasarkan Ponsel

Apple AirTag paling sesuai untuk pengguna iPhone dan iPad karena terintegrasi dengan jaringan Find My. Pelacakan penuh AirTag tidak tersedia di Android, sebab ponsel Android hanya dapat membaca informasi pemilik melalui NFC apabila perangkat berada dalam Lost Mode.

Galaxy SmartTag2 lebih tepat bagi pemilik Samsung Galaxy yang ingin memanfaatkan SmartThings Find. Jaringan tersebut hanya mengandalkan perangkat Samsung Galaxy, sehingga pengguna Pixel, OnePlus, dan iPhone tidak dapat menggunakannya sebagai tracker harian.

Pixel Tag memakai Google Find Hub untuk membantu menemukan barang ketika perangkat berada di luar jangkauan langsung ponsel. Google menyebut jaringan ini melibatkan lebih dari satu miliar perangkat Android yang berpartisipasi.

TrackerPonsel UtamaJaringan PelacakanHarga
Pixel TagAndroid 9 atau lebih baruGoogle Find Hub$29 per unit
Apple AirTagiPhone dan iPadApple Find My$29 per unit
Galaxy SmartTag2Samsung GalaxySmartThings Find$30 per unit

Jaringan tersebut penting saat kunci, tas, atau barang lain tidak lagi tersambung langsung ke ponsel pemilik. Keberadaan banyak perangkat di lokasi ramai, termasuk bandara, pusat perbelanjaan, dan jalanan kota, berpotensi membantu pembaruan lokasi barang yang hilang.

Kemampuan Menemukan Barang di Dekat Pengguna

Ketiga tracker dapat membantu pencarian jarak dekat, tetapi teknologi yang digunakan tidak sama. Pixel Tag memakai UWB dan Bluetooth Channel Sounding, AirTag memakai UWB Precision Finding, sementara SmartTag2 memadukan Bluetooth dan UWB.

Fungsi UWB pada Pixel Tag memerlukan ponsel yang memiliki chip khusus. Adapun Bluetooth Channel Sounding membutuhkan Android 16 atau versi lebih baru serta Bluetooth 6.0 atau lebih baru.

AirTag generasi terbaru membawa chip UWB generasi kedua untuk memberikan petunjuk arah dan jarak menuju barang di sekitar pengguna. Apple menyatakan jangkauan Precision Finding meningkat 50% dibanding generasi sebelumnya, sedangkan speaker kini 50% lebih keras dan dapat terdengar hingga dua kali lebih jauh.

Pada SmartTag2, ketelitian pelacakan UWB hanya dapat dinikmati pemilik ponsel Galaxy yang memiliki chip UWB. Samsung mengklaim jangkauan Bluetooth tracker ini dapat mencapai 120 meter dalam kondisi ideal.

Perbedaan Bentuk yang Praktis

SmartTag2 memiliki keunggulan praktis berupa cincin logam besar yang menyatu dengan bodi. Pengguna dapat langsung menggantungkannya pada kunci tanpa harus membeli aksesori tambahan.

Pixel Tag berbentuk pil menyerupai kerikil dengan ukuran sekitar 46 x 28 x 5,4 mm dan bobot di bawah 12 gram, menurut Gizmochina. Perangkat ini tidak memiliki lubang atau cincin bawaan, sehingga casing atau holder kemungkinan diperlukan untuk pemasangan pada gantungan kunci.

Di sisi daya tahan, ketiganya menggunakan baterai koin CR2032 yang dapat diganti pengguna dan membawa rating IP67. Google dan Apple menyebut masa pakai baterai lebih dari satu tahun dalam penggunaan normal, sementara Samsung mengklaim hingga 500 hari pada mode normal serta 700 hari pada mode hemat daya.

Pixel Tag dijadwalkan mulai dijual pada 11 November dalam paket empat unit seharga $99, sama seperti paket empat AirTag. SmartTag2 dibanderol $100 untuk empat unit, sehingga keputusan pembelian lebih masuk akal didasarkan pada ponsel dan jaringan yang sudah digunakan.

Baca Juga