Krisis Memori Dorong Harga RTX 5090 hingga 2 Kali Lipat, GPU Profesional Ikut Melonjak

Tekanan pasokan memori mulai terlihat jelas pada harga GPU Nvidia di berbagai kelas. RTX 5090, misalnya, telah dijual hingga USD 4.000 pada Agustus 2026, atau dua kali lipat dari harga peluncurannya yang sebesar USD 2.000.

Lonjakan tidak hanya menimpa kartu grafis gaming premium. RTX Pro 6000 96GB Blackwell untuk kebutuhan workstation kini dibanderol USD 16.000 atau sekitar Rp 285 juta.

Dampak Menjalar dari GPU Gaming hingga Workstation

Kenaikan harga terjadi pada produk dengan tingkat harga yang berbeda-beda. RTX 5070 yang diluncurkan pada USD 549 dilaporkan dijual sekitar USD 900 di Newegg dan Amazon.

Produk yang lebih terjangkau pun tidak sepenuhnya bertahan pada harga eceran resmi. RTX 5050 dijual lebih dari USD 300, melampaui MSRP awalnya yang sebesar USD 249.

Model GPUHarga Awal/RilisHarga Tercatat TerbaruPerubahan Harga
RTX 5090USD 2.000USD 4.000Naik dua kali lipat
RTX 5070USD 549Sekitar USD 900Naik hampir 65%
RTX 5050USD 249Lebih dari USD 300Naik di atas MSRP
RTX Pro 6000 96GB BlackwellSedikit di atas USD 7.600USD 16.000Naik sekitar 110%

Jajaran GPU konsumen Nvidia dilaporkan mengalami kenaikan hingga 150% dalam beberapa bulan terakhir. RTX 5090 dan RTX 5080 disebut sebagai dua produk konsumen yang menerima dampak harga paling besar.

Bagi perakit PC, perubahan ini membuat rencana peningkatan perangkat menjadi lebih mahal, khususnya untuk GPU kelas tinggi. Kenaikan tersebut juga mempersempit pilihan bagi pengguna yang mengandalkan kartu grafis untuk pekerjaan berat.

RTX Pro 6000 Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat

RTX Pro 6000 96GB Blackwell mengalami beberapa kali penyesuaian harga sejak pertama kali ditawarkan. Pada awal 2025, GPU workstation itu dibuka untuk pre-order dengan harga sedikit di atas USD 7.600.

Harganya kemudian tercatat sekitar USD 8.500 pada bulan berikutnya. Pada Juni 2026, banderolnya telah mencapai USD 13.000 sebelum naik lagi menjadi USD 16.000.

Dengan harga terbaru tersebut, nilai RTX Pro 6000 meningkat sekitar 110% dari fase pre-order awal. GPU ini ditujukan untuk profesional dan perusahaan yang membutuhkan kapasitas memori besar untuk pekerjaan grafis serta komputasi berat.

Kenaikan pada GPU profesional memperlihatkan bahwa masalah harga bukan sekadar isu bagi penggemar gim. Pelaku industri yang mengandalkan perangkat komputasi berperforma tinggi juga harus menghadapi biaya pengadaan yang lebih besar.

AI Memperketat Ketersediaan Komponen

Menurut inet.detik.com, lonjakan banderol tersebut berkaitan dengan tekanan pada pasokan memori di industri teknologi. Permintaan untuk komputasi AI menjadi salah satu pendorong utama kelangkaan komponen tersebut.

Memori berkapasitas besar merupakan bagian penting dalam GPU modern, terutama untuk workstation dan pemrosesan AI. Ketika permintaan meningkat di tengah pasokan terbatas, biaya produksi kartu grafis dapat terdorong naik.

CEO SK Hynix, Kwak Noh-Jung, bulan lalu memperingatkan bahwa 2027 diproyeksikan menjadi tahun terburuk bagi industri memori. Ia menyatakan permintaan diyakini masih akan melampaui ketersediaan pasokan hingga melewati 2030.

Peneliti ilmu komputer dan pakar performa perangkat lunak Daniel Lemire menggambarkan situasi ini sebagai “anomali sejarah”. Menurutnya, kenaikan harga memori secara efektif menghapus tren penurunan biaya komponen secara eksponensial yang stabil selama puluhan tahun.

Krisis Pasokan Memori berpotensi memengaruhi harga laptop, desktop, smartphone, konsol video game, serta perangkat elektronik konsumen lainnya. Produk-produk tersebut menggunakan rantai pasokan komponen yang saling berkaitan dengan industri kartu grafis.

Kondisi ini membuat Harga GPU Nvidia tetap menjadi perhatian bagi pengguna rumahan maupun profesional. Selama kebutuhan memori terus meningkat, tekanan biaya pada perangkat komputasi berat berpotensi tetap terasa luas.

Baca Juga