AC Milan Menang 4-2, Ruben Amorim Cemas pada Gol Mudah Jelang Torino

Kemenangan 4-2 atas Manchester United belum sepenuhnya menenangkan Ruben Amorim. Pelatih AC Milan itu justru menaruh perhatian besar pada dua gol yang dinilainya terlalu mudah diberikan timnya.

Masalah tersebut menjadi catatan penting menjelang pertandingan pembuka Liga Italia 2026/2027 melawan Torino. Amorim menilai hasil pramusim tidak akan banyak berarti bila kelemahan dalam bertahan kembali muncul saat kompetisi resmi dimulai.

AC Milan menutup laga pramusim di Stadion Wroclaw, Polandia, pada Sabtu (15/8/2026) dengan kemenangan dua gol atas Manchester United. Namun, Il Diavolo Rosso sempat tertinggal dua kali sebelum membalikkan keadaan.

Manchester United membuka skor ketika pertandingan baru berjalan dua menit melalui Harry Maguire. Samuel Chukwueze kemudian membawa AC Milan menyamakan kedudukan.

Menjelang jeda, Bruno Fernandes gagal mengonversi tendangan penalti. Manchester United tetap mampu kembali memimpin berkat gol Patrick Dorgu.

TimPencetak GolCatatan
Manchester UnitedHarry MaguireGol pada menit ke-2
AC MilanSamuel ChukwuezeMenyamakan kedudukan
Manchester UnitedPatrick DorguMembawa tim kembali unggul
AC MilanAlphadjo Cisse, Goncalo Ramos, Ruben Loftus CheekMembalikkan keadaan hingga menang 4-2

Setelah kembali tertinggal, AC Milan menunjukkan respons dengan mencetak tiga gol. Alphadjo Cisse memulai kebangkitan, sebelum Goncalo Ramos dan Ruben Loftus Cheek memastikan kemenangan 4-2.

Amorim menilai suasana tim memang berubah ketika meraih kemenangan. Meski demikian, ia menegaskan adanya perbedaan antara menang dan tampil baik tanpa meninggalkan persoalan mendasar.

“Namun, pastinya perasaan tim sekarang itu benar-benar berbeda ketika menang daripada ketika Anda menang dengan bermain bagus. Bagaimanapun, saya kira kami harus khawatir tentang cara kami kebobolan gol karena kami memberikan gol-gol itu cuma-cuma, baik melawan Celtic dan hari ini,” kata Amorim.

Ucapan itu menunjukkan bahwa perhatian utama staf pelatih tidak hanya tertuju pada produktivitas serangan. Cara tim kehilangan kendali dalam situasi yang berujung gol lawan dipandang perlu segera diperbaiki.

Kemenangan di Wroclaw juga menjadi satu-satunya hasil positif AC Milan dalam empat laga pramusim. Catatan tersebut membuat pertandingan melawan Torino memiliki arti lebih besar sebagai tolok ukur kesiapan menuju musim baru.

Amorim tidak ingin hasil menghadapi Manchester United dijadikan patokan utama. Menurutnya, tuntutan dalam laga kompetitif akan berbeda dibandingkan pertandingan uji coba.

“Namun, hasil hari ini tidak penting karena apa yang penting adalah menang di Hari Mingu melawan Torino, yang pastinya akan jadi sebuah pertandingan yang sepenuhnya berbeda dari hari ini,” kata Amorim.

Ia mengakui permainan AC Milan menunjukkan perkembangan selama pramusim. Namun, peningkatan itu baru bernilai apabila tim mampu mengubahnya menjadi kemenangan pada musim baru.

“Saya kira kami membaik, tapi ini enggak penting. Pramusim itu enggak penting, kami toh harus menang di musim baru,” ujar Amorim. Karena itu, kemenangan atas Manchester United menjadi dorongan moral, sementara pembenahan pertahanan tetap menjadi pekerjaan utama sebelum Torino datang.

Baca Juga