Sebanyak 50 UMKM lokal terpilih mendapat ruang khusus untuk memperkenalkan produk mereka kepada wisatawan domestik dan mancanegara di Bali. Kehadiran Eco Market menempatkan kriya, fesyen berkelanjutan, serta kuliner khas sebagai daya tarik utama dalam festival tersebut.
BRImo Nusa Dua Eco Market 2026 berlangsung selama dua hari, pada 8–9 Agustus 2026, di Sidewalk Peninsula Island, kawasan The Nusa Dua, Bali. Ribuan pengunjung dari keluarga muda, wirausaha muda, komunitas kreatif, hingga wisatawan mengikuti rangkaian acaranya.
Program Festival dalam Satu Kawasan
Festival ini tidak hanya menyediakan area belanja, melainkan juga memadukan kegiatan budaya, edukasi kreatif, dan sesi kebugaran di ruang terbuka. Susunan program tersebut memperluas pengalaman pengunjung di luar aktivitas transaksi produk lokal.
| Area Program | Fokus | Aktivitas |
|---|---|---|
| Eco Market | Promosi UMKM lokal | Kriya, fesyen berkelanjutan, dan kuliner khas |
| Culture Stage | Seni dan inspirasi | Pertunjukan budaya, musik, dan diskusi |
| Workshop & Community Activation | Edukasi kreatif | Pot Planting & Painting serta Crochet Workshop |
| Wellness Session | Keseimbangan tubuh dan pikiran | Sunset Yoga & Mat Pilates |
Untuk mendorong kedatangan lebih awal, penyelenggara menyiapkan Early Visitor Voucher bagi 50 pengunjung pertama pada setiap hari acara. Program ini juga menjadi bentuk dukungan langsung kepada perajin dan pelaku usaha setempat yang berpartisipasi.
Produk Lokal Menjangkau Pengunjung yang Lebih Beragam
Area Eco Market menjadi ruang kurasi bagi 50 UMKM Lokal Bali yang membawa karakter daerah melalui produk mereka. Pengunjung dapat membeli langsung aneka kriya autentik, fesyen berkelanjutan, dan kuliner khas yang ditampilkan selama acara.
Bagi pelaku usaha, pertemuan dengan pengunjung dari berbagai latar belakang membuka kesempatan pengenalan produk kepada pasar yang lebih luas. Festival ini menghubungkan produk lokal dengan wisatawan yang datang ke kawasan Nusa Dua.
Ruang kurasi tersebut menegaskan bahwa produk usaha kecil dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata di Bali. Produk lokal tidak hanya diposisikan sebagai cendera mata, tetapi juga sebagai representasi kreativitas dan identitas daerah.
Budaya dan Kepedulian Lingkungan
Culture Stage menghadirkan seni budaya tradisional dalam kemasan modern, disertai musik inspiratif dan hiburan interaktif. Panggung ini dirancang untuk menjangkau pengunjung dari berbagai kelompok usia dalam suasana festival terbuka.
Di area yang sama, Inspiring Talk Series membahas gaya hidup berkelanjutan melalui sejumlah sesi diskusi. Waste4Change menjadi salah satu pihak yang dijadwalkan mengulas pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, serta langkah praktis menjaga lingkungan.
Suara.com melaporkan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara budaya, ekonomi kerakyatan, dan kepedulian terhadap kelestarian alam. Perpaduan belanja lokal, hiburan, edukasi, serta kegiatan komunitas menjadi pendekatan utama penyelenggaraan acara.
Workshop Kreatif dan Sesi Kebugaran
Pengunjung juga dapat mengikuti Pot Planting & Painting serta Crochet Workshop selama rangkaian kegiatan berlangsung. Kedua aktivitas ini memberi kesempatan untuk mencoba keterampilan kreatif dalam suasana santai.
Sesi Sunset Yoga & Mat Pilates mengajak peserta menjaga kebugaran di ruang terbuka dengan latar kawasan pantai Nusa Dua. Program tersebut menekankan keseimbangan antara kesehatan tubuh, ketenangan pikiran, dan kepedulian terhadap alam.
Picnic Seating Area atau Eco Corner melengkapi festival sebagai ruang berkumpul bagi keluarga dan kerabat. Area santai bernuansa ramah lingkungan itu mendukung pengalaman interaktif bagi pengunjung selama berada di lokasi acara.
Melalui BRImo Nusa Dua Eco Market 2026, promosi usaha lokal berjalan bersamaan dengan perayaan budaya dan edukasi lingkungan. Pembaruan agenda kegiatan berikutnya tersedia melalui kanal resmi penyelenggara.






