Kepercayaan pemilik merek personal care kini tidak hanya dibangun melalui hasil produk di rak penjualan. Proses produksi, perlindungan pekerja, keselamatan kerja, hingga keterbukaan tata kelola ikut menjadi bahan penilaian bagi mitra manufaktur.
PT Mitrapak Eramandiri merespons perubahan tersebut dengan menggabungkan audit sosial, sistem manajemen mutu, serta sertifikasi produksi dalam operasionalnya. Penguatan ini ditujukan untuk memenuhi ekspektasi merek di pasar domestik maupun global yang semakin memperhatikan praktik manufaktur bertanggung jawab.
Standar yang Menjangkau Proses Produksi
Mitrapak menjalankan manufaktur kontrak untuk produk personal care, baby care, dan home care atau Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Perusahaan memiliki lokasi pabrik di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Standar yang diterapkan tidak hanya menyasar hasil akhir, melainkan juga pengendalian proses sebelum produk sampai kepada konsumen. Cakupannya meliputi bahan baku, kebersihan fasilitas, dokumentasi, penelusuran produk, risiko operasional, serta praktik kerja.
| Standar/Sertifikasi | Fokus Utama | Penerapan |
|---|---|---|
| SMETA | Praktik sosial dan etika rantai pasok | Ketenagakerjaan, K3, etika bisnis, tata kelola |
| ISO 22716:2007 | GMP industri kosmetik | Bahan baku, kebersihan, dokumentasi, penelusuran |
| ISO 9001:2015 | Sistem manajemen mutu | Peningkatan berkelanjutan dan pengelolaan risiko |
| BRCGS Consumer Products | Standar produk rumah tangga | Proses produksi terdokumentasi |
SMETA, atau Sedex Members Ethical Trade Audit, menjadi salah satu instrumen yang digunakan Mitrapak untuk menilai aspek sosial dan etika dalam rantai pasok. Audit global yang dikembangkan Sedex ini mencakup ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja, etika bisnis, serta tata kelola operasional.
Direktur Utama PT Mitrapak Eramandiri, Elizabeth, menyatakan pemilik merek saat ini tidak lagi hanya menilai mutu produk. Menurut keterangan yang dikutip finance.detik.com, audit SEDEX-SMETA menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan jangka panjang karena proses manufaktur juga diperiksa.
Pengadaan yang bertanggung jawab juga diposisikan sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing perusahaan. Langkah tersebut relevan ketika konsumen, regulator, dan perusahaan global mendorong rantai pasok yang lebih dapat ditelusuri.
Mutu dan Keamanan Produk
Untuk produksi kosmetik, Mitrapak menerapkan ISO 22716:2007 sebagai pedoman Good Manufacturing Practices. Standar ini mengatur pengendalian bahan baku, kebersihan fasilitas, dokumentasi, dan sistem penelusuran guna menjaga konsistensi mutu serta keamanan produk.
Perusahaan juga menggunakan ISO 9001:2015 yang berfokus pada peningkatan kualitas berkelanjutan, efektivitas proses bisnis, dan pengelolaan risiko operasional. Sistem manajemen tersebut menjadi salah satu unsur tata kelola perusahaan yang baik dalam kerangka ESG.
Dari sisi ketentuan regulator, Mitrapak didukung sertifikasi GMP dari BPOM RI untuk produksi kosmetik. Perusahaan ini juga memiliki Sertifikasi Grade A Sistem Jaminan Produk Halal yang memberikan kepastian atas proses produksi yang dijalankan.
Direktur Operasional PT Mitrapak Eramandiri Surabaya, Firman, menyebut sertifikasi BRCGS untuk kategori Consumer Products (Household) dipertahankan sejak 2016. Sertifikasi itu ditujukan untuk memberi keyakinan kepada calon pemilik merek bahwa proses manufaktur terdokumentasi dan memenuhi ekspektasi kualitas pasar.
Pasar Besar, Tuntutan Makin Ketat
Kebutuhan terhadap mitra manufaktur dengan tata kelola kuat berkaitan dengan besarnya potensi industri kecantikan dan perawatan pribadi di Indonesia. Statista memproyeksikan pendapatan pasar Beauty & Personal Care Indonesia mencapai sekitar US$10,55 miliar pada 2026, dengan pertumbuhan rata-rata 5,52% per tahun hingga 2031.
Segmen personal care diproyeksikan menjadi kontributor terbesar dengan nilai pasar sekitar US$4,43 miliar. Pertumbuhan tersebut membuat standar sosial, mutu, keamanan, dan tata kelola menjadi pertimbangan yang semakin penting dalam memilih mitra produksi.
Persaingan di industri personal care pada akhirnya tidak hanya bertumpu pada kemampuan menghasilkan produk secara konsisten. Mitra manufaktur juga perlu menunjukkan bahwa seluruh operasionalnya dijalankan dengan praktik yang bertanggung jawab dan diakui secara internasional.






