4 Kategori DPD RI Awards 2026, Pelestari Olahraga Tradisional Bisa Diusulkan

Pejuang olahraga tradisional di berbagai daerah dapat diusulkan dalam DPD RI Awards 2026 melalui kategori Pelestari Budaya Daerah. Kesempatan ini terbuka bagi sosok yang konsisten menjaga pencak silat, permainan rakyat, kesenian, dan tradisi lokal.

Pengajuan nominasi dilakukan melalui situs awards.dpd.go.id/nominasi hingga 21 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Selain pelestarian budaya, penghargaan ini menyoroti kiprah masyarakat pada pendidikan nonformal, teknologi kesehatan, serta ketahanan pangan desa.

Empat bidang yang mendapat apresiasi

DPD RI Awards 2026 menyediakan empat kategori utama untuk mengapresiasi kontribusi yang lahir dari daerah. Sasaran tiap kategori mencakup pengembangan akses belajar, penemuan di bidang kesehatan, penguatan pangan lokal, dan pelestarian kebudayaan.

KategoriSasaran Utama
Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar SekolahPengembang pendidikan nonformal dan perluasan kesempatan belajar
Inovator Teknologi KesehatanIndividu, profesional, atau akademisi dengan inovasi kesehatan
Penggerak Desa Mandiri PanganPenggerak kemandirian pangan berbasis potensi lokal
Pelestari Budaya DaerahIndividu yang mengembangkan, melestarikan, dan mempromosikan budaya daerah

1. Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah

Kategori ini ditujukan bagi individu yang mendedikasikan diri untuk mengembangkan pendidikan nonformal atau pendidikan luar sekolah. Kandidat dapat berasal dari lingkungan masyarakat yang membuka akses belajar melalui pendekatan dan metode pembelajaran inovatif.

Peran tersebut penting bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan kesempatan pendidikan di luar jalur formal. DPD RI menempatkan perluasan kesempatan belajar sebagai salah satu kontribusi yang layak memperoleh penghargaan.

2. Inovator Teknologi Kesehatan

Kategori Inovator Teknologi Kesehatan menyasar individu, profesional, dan akademisi yang menghasilkan inovasi bermanfaat bagi masyarakat. Cakupannya meliputi inovasi dari riset klinis maupun laboratorium.

Penemuan obat, terapi, atau alat kesehatan termasuk dalam ruang apresiasi kategori ini. Penghargaan tersebut menempatkan pengembangan teknologi dan riset kesehatan sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat.

3. Penggerak Desa Mandiri Pangan

Kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan diperuntukkan bagi sosok yang mendorong ketahanan dan kemandirian pangan di tingkat desa. Kiprahnya dapat berupa pemanfaatan potensi pangan lokal serta pemberdayaan warga secara berkelanjutan.

Pengelolaan sumber daya lokal menjadi unsur penting dalam membangun desa yang lebih mandiri. Karena itu, penggerak yang membantu masyarakat mengembangkan sumber pangan daerahnya dapat menjadi kandidat yang relevan.

4. Pelestari Budaya Daerah

Kategori Pelestari Budaya Daerah membuka ruang bagi individu yang berinovasi dalam mengembangkan, melestarikan, dan mempromosikan kebudayaan daerah. Aktivitas promosi di tingkat nasional maupun internasional juga menjadi bagian dari cakupan peran tersebut.

Para pelatih, komunitas, seniman, dan penggerak tradisi dapat diajukan apabila kiprahnya sesuai dengan kriteria penghargaan. Pelestarian olahraga tradisional menjadi penting karena warisan lokal memerlukan regenerasi agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Pencak silat merupakan salah satu warisan yang dijaga oleh penggerak budaya di banyak daerah. Seni bela diri asal Indonesia itu telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada sidang ke-14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Bogota, Kolombia, pada 9-14 Desember 2019.

Penghargaan khusus untuk kontribusi berkelanjutan

Selain empat kategori utama, ajang ini menyediakan Special Recognition Awards bagi tokoh, individu, atau kelompok yang memberi kontribusi konsisten dan berkelanjutan untuk daerah. Cakupan kontribusinya meliputi pendidikan, sosial, kesehatan, pariwisata, ekonomi kreatif, kebudayaan, hingga pelestarian lingkungan.

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin sebelumnya menyatakan penghargaan tersebut merupakan ruang penghormatan bagi tokoh inspiratif dari berbagai wilayah. “Melalui ajang ini, DPD RI ingin mempertegas bahwa kekuatan pembangunan Indonesia bertumpu pada inisiatif dan kerja keras masyarakat di seluruh wilayah Nusantara, bukan hanya pada pusat pemerintahan dan kota-kota besar,” katanya dalam DPD Awards 2025.

Masyarakat yang mengenal pelestari budaya, pejuang olahraga tradisional, atau penggerak daerah lain dapat mengajukan nominasi sebelum penutupan pendaftaran. Pengajuan tetap dibuka melalui awards.dpd.go.id/nominasi sampai 21 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.

Baca Juga