111 BTS Masih Belum Pulih Usai Gempa NTT, Manggarai Timur Paling Terdampak

Sebanyak 111 site BTS masih dalam proses pemulihan setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur. Hingga pemantauan pukul 18.00 WIB pada Minggu, 683 dari total 794 site terdampak telah kembali beroperasi atau setara 86,02 persen.

Manggarai Timur menjadi daerah dengan pekerjaan pemulihan terbanyak karena masih terdapat 32 site yang belum normal. Capaian pemulihan di wilayah ini baru 57,33 persen, paling rendah dibandingkan kabupaten lain yang masih terdampak.

Jaringan telekomunikasi menjadi kebutuhan mendesak di tengah bencana untuk menerima informasi, menghubungi keluarga, dan mengakses layanan darurat. Konektivitas juga diperlukan untuk mendukung koordinasi bantuan serta penanganan di kawasan yang mengalami kerusakan.

Delapan Wilayah Masih Memerlukan Penanganan

Data Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan gangguan tersisa tersebar di delapan kabupaten. Sementara itu, Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara telah mencatatkan pemulihan jaringan secara penuh.

KabupatenSite BTS TersisaTingkat Pemulihan
Manggarai Timur32 site57,33 persen
Manggarai27 site82,35 persen
Nagekeo19 site76,25 persen
Ende11 site89,52 persen
Ngada10 site87,18 persen
Sikka7 site94,07 persen
Manggarai Barat4 site96,36 persen
Flores Timur1 site97,56 persen

Nagekeo, yang menjadi lokasi pusat gempa, masih menyisakan 19 site BTS untuk dipulihkan. Adapun Flores Timur tinggal memiliki satu site yang belum kembali normal, dengan tingkat pemulihan mencapai 97,56 persen.

Gangguan pasokan listrik menjadi kendala paling dominan dalam pemulihan jaringan BTS di wilayah terdampak. Hasil identifikasi industri telekomunikasi mencatat 701 site mengalami kegagalan daya, sedangkan 93 site menghadapi gangguan jaringan transmisi.

Komdigi Kawal Pemulihan Layanan

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan pemerintah terus mengawal pemulihan jaringan bersama para penyelenggara telekomunikasi. Penanganan di setiap lokasi disesuaikan dengan kondisi gangguan, baik terkait daya listrik maupun jalur transmisi.

“Sejak terjadinya gempa, Komdigi bersama penyelenggara telekomunikasi terus mengawal pemulihan jaringan di wilayah terdampak,” kata Meutya Hafid. Ia menegaskan bahwa 683 site BTS dari 794 site terdampak telah kembali beroperasi.

Pusat Monitoring Telekomunikasi Komdigi terus memantau perkembangan layanan di daerah terdampak. Koordinasi dilakukan bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio, pemerintah daerah, dan seluruh penyelenggara telekomunikasi.

Fokus penanganan kini diarahkan kepada 111 site yang belum pulih, terutama di Manggarai Timur serta daerah dengan jumlah gangguan yang masih tinggi. Meutya menyatakan pemulihan akan terus dikawal hingga layanan telekomunikasi di wilayah gempa NTT kembali normal.

Gempa tersebut menyebabkan 53 orang meninggal dunia dan 135 orang terluka. Sebanyak 5.000 orang mengungsi, sementara rumah warga serta sejumlah fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap mengutamakan keselamatan selama proses pemulihan berlangsung. Warga juga diminta mengikuti informasi dan arahan resmi dari BMKG, pemerintah daerah, serta instansi penanganan bencana.

Baca Juga