
Trump Kerahkan Kapal Selam Nuklir Usai Ancaman Medvedev
koranindonesia.id – Trump Kerahkan Kapal Selam Nuklir: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi keras pernyataan mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev.
Trump menyebut ancaman nuklir dari Medvedev sebagai hal yang tidak pantas dan berbahaya.
Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat harus selalu siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk perang nuklir.
Berbicara di Gedung Putih, Trump mengatakan ia telah memerintahkan pengerahan dua kapal selam nuklir.
Kedua kapal selam itu bergerak lebih dekat ke perairan Rusia.
Menurut Trump, langkah ini penting untuk menjaga keamanan nasional dan melindungi rakyat Amerika.
“Baca Juga: Megawati Kritik KPK dan Soroti Peran Presiden“
Trump menjelaskan bahwa pengerahan kapal selam dilakukan sebagai tanggapan langsung atas komentar Medvedev.
Pada Jumat lalu, ia mengunggah perintah itu di platform Truth Social miliknya.
Trump menyebut komentar Medvedev sebagai retorika bodoh dan provokatif yang bisa berdampak serius.
“Kata-kata itu penting dan bisa menimbulkan konsekuensi besar,” ujar Trump kepada wartawan.
Ia juga menyebut Medvedev sebagai pemimpin gagal dan memperingatkannya untuk berhati-hati dalam berbicara.
Menanggapi kritik dari Trump, Medvedev memberikan pernyataan tajam di media sosial.
Ia menyebut Amerika Serikat tengah memasuki wilayah yang sangat berbahaya.
Medvedev bahkan merujuk pada sistem nuklir balasan otomatis bernama “Perimetr” atau “Dead Hand.”
Menurutnya, sistem itu bisa membalas serangan nuklir meski kepemimpinan Rusia sudah dihancurkan.
“Biarkan Trump mengingat film favoritnya tentang zombie, karena ‘Dead Hand’ itu nyata dan berbahaya,” tulis Medvedev.
Ia kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia.
Dead Hand adalah sistem peluncuran nuklir otomatis yang dikembangkan Uni Soviet pada era Perang Dingin.
Meski Rusia tak pernah mengonfirmasi secara resmi, banyak analis percaya sistem ini masih aktif.
Fungsi sistem ini adalah memastikan Rusia bisa menyerang balik jika para pemimpinnya terbunuh terlebih dahulu.
Sistem ini sering dibahas sebagai bentuk pencegah serangan nuklir terhadap Rusia.
Keberadaannya dianggap menambah ketegangan dalam persaingan militer antara Rusia dan Amerika Serikat.
Hingga saat ini, Gedung Putih dan Pentagon belum memberikan komentar resmi soal perintah Trump.
Lokasi dan jalur patroli kapal selam nuklir Amerika memang dirahasiakan secara ketat.
Oleh karena itu, klaim Trump belum bisa diverifikasi oleh media independen.
Namun, pernyataan Trump cukup mengguncang dan memicu kekhawatiran publik global.
Ketegangan antara dua negara pemilik senjata nuklir ini kembali meningkat tajam.
Trump mengirim sinyal tegas terhadap Rusia dengan pengerahan kapal selam nuklir.
Medvedev merespons dengan ancaman simbolik menggunakan sistem ‘Dead Hand’.
Dunia kini menanti apakah perseteruan ini akan mereda atau justru memanas lebih jauh.
“Baca Juga: 12 Jenis Game Populer dan Plus Minusnya yang Perlu Kamu Tahu“