
Artemis II Bermasalah Toilet Orion Ganggu Misi
koranindonesia.id – NASA melanjutkan misi Artemis II dengan pencapaian penting. Pesawat Orion kini telah menempuh setengah perjalanan menuju Bulan.
Empat astronot ikut dalam misi ini. Tiga astronot berasal dari Amerika Serikat dan satu dari Kanada.
Mereka dijadwalkan mencapai sisi jauh Bulan pada 6 April 2026. Setelah itu, mereka akan mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi.
Misi ini menjadi perjalanan manusia pertama ke Bulan dalam lebih dari 53 tahun. NASA melanjutkan warisan program Apollo melalui misi ini.
“Baca Juga: Paus Leo XIV Ajak Dunia Pilih Damai di Misa Paskah“
Para astronot membawa misi ilmiah penting. Mereka akan memotret sisi jauh Bulan yang jarang terlihat.
Selain itu, mereka akan mengumpulkan data selama perjalanan. Data ini akan membantu NASA merencanakan misi berikutnya.
Momen ini menjadi langkah awal menuju eksplorasi Bulan yang lebih luas. NASA ingin membangun program jangka panjang di sana.
Di tengah perjalanan, tim menemukan masalah teknis pada kapsul Orion. Toilet pesawat mengalami gangguan setelah peluncuran.
Masalah ini muncul sejak 1 April 2026. Hingga kini, sistem tersebut belum kembali normal.
Akibatnya, pusat kendali misi memberi instruksi khusus. Astronot harus menggunakan kantong cadangan untuk menampung urin.
Meski begitu, toilet masih bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Namun, kenyamanan kru tetap terganggu.
Insinyur menduga es menyumbat saluran pembuangan. Hal ini membuat cairan tidak mengalir dengan baik.
Selain itu, astronot juga melaporkan bau tidak sedap. Kondisi ini berasal dari area kamar mandi di dalam kapsul.
Tim NASA terus memantau situasi tersebut. Mereka mencari solusi agar sistem kembali berfungsi normal.
Masalah toilet bukan hal baru dalam misi luar angkasa. Bahkan, pesawat ulang-alik sebelumnya juga mengalami kendala serupa.
Misi Artemis II menargetkan jarak tempuh luar biasa. Pesawat akan mencapai lebih dari 400.000 kilometer dari Bumi.
Jarak ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Apollo 13. Dengan demikian, Artemis II mencetak sejarah baru.
Setelah mencapai titik terjauh, pesawat akan berputar di belakang Bulan. Kemudian, kru akan kembali ke Bumi tanpa memasuki orbit Bulan.
Misi ini berlangsung selama hampir 10 hari. NASA menjadwalkan pendaratan di Samudra Pasifik pada 10 April 2026.
Selain itu, Artemis II menjadi langkah awal program besar NASA. Badan ini ingin membangun pangkalan di Bulan.
NASA juga menargetkan pendaratan manusia di kutub selatan Bulan pada 2028. Rencana ini membuka peluang eksplorasi lebih luas.
Dengan berbagai tantangan dan pencapaian, Artemis II membawa harapan baru. NASA terus mendorong batas kemampuan manusia di luar angkasa.