Tiga pelajar dari Bengkulu, Kalimantan Selatan, dan Jambi mendapat posisi inti dalam pengibaran Sang Saka Merah Putih pada Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 RI di Istana Merdeka. Mereka bertugas sebagai pembentang bendera, penggerek bendera, dan Komandan Kelompok 8 atau Danpok 8.
Ketiga posisi tersebut berada dalam satu rangkaian yang menentukan kelancaran prosesi, mulai dari penerimaan bendera hingga pengerekannya. Aryo, Harya, dan Fachri menjadi bagian dari 76 siswa-siswi terbaik yang ditetapkan sebagai Paskibraka nasional 2026.
Tiga Peran dalam Satu Formasi
Formasi pengibaran membutuhkan koordinasi yang presisi karena bendera harus diterima, dibentangkan, lalu dikerek sesuai tata upacara. Dalam susunan ini, masing-masing pelajar membawa tanggung jawab berbeda meski menjalankan tugas pada momen yang sama.
| Nama | Asal Sekolah | Tugas |
|---|---|---|
| M Aryo Wira Zandhyaka Y | SMA Negeri 7 Kota Bengkulu | Pembentang bendera |
| I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti | SMAN 7 Banjarmasin | Penggerek bendera |
| Achmad Fachri Mubarok | SMK Negeri 1 Kota Jambi | Danpok 8 |
Fachri Memegang Tugas Menerima Bendera
Achmad Fachri Mubarok, pelajar SMK Negeri 1 Kota Jambi, dipercaya menjadi Danpok 8 dalam formasi tersebut. Posisi ini menempatkannya pada titik penting karena ia bertugas menerima bendera dari pembawa baki sebelum proses pengibaran dimulai.
Fachri merupakan putra Slamet Riyadi dan Sukma Dewi yang membawa nama Jambi dalam upacara kenegaraan di Istana Merdeka. Pencapaiannya mendapat sambutan dari sekolahnya, yang menilai keberhasilan itu lahir dari disiplin, kerja keras, dan ketabahan selama seleksi.
Kepala SMK Negeri 1 Kota Jambi, Repreanis, berharap Fachri dan peserta asal sekolahnya diberi kesehatan serta kelancaran saat bertugas pada 17 Agustus 2026. Ia juga menilai pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda di Jambi.
Harya Menjadi Penggerek Bendera
Posisi penggerek bendera diemban I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dari SMAN 7 Banjarmasin. Pelajar yang akrab disapa Harya itu sebelumnya sempat berharap memperoleh tugas sebagai Danpok 8 dalam upacara penaikan bendera.
Peran yang diterimanya tetap menjadi bagian utama dalam proses pengibaran Merah Putih di Istana Merdeka. Harya menjalani persiapan melalui latihan fisik, menjaga pola makan, serta bekerja keras sepanjang tahapan seleksi.
Harya merupakan putra I Nyoman Darmana dan Luh Putu Karunia Mukti Widyasih. Ia menyebut dukungan orang tua menjadi kekuatan dalam perjalanannya sejak verifikasi tingkat kota hingga tingkat pusat.
“Tentu berkat kerja keras, dan dukungan dari orang tua, mulai verifikasi tingkat kota hingga pusat, semua lelah terbayarkan dengan terpilihnya saya mewakili Kalsel,” tutur Harya. Ia menjadi wakil Kalimantan Selatan dalam formasi pengibar bendera tingkat nasional.
Aryo Bertugas Membentangkan Bendera
M Aryo Wira Zandhyaka Y dari SMA Negeri 7 Kota Bengkulu mendapat tugas sebagai pembentang bendera. Tugas itu menempatkannya sebagai salah satu anggota inti sebelum bendera dikerek dalam rangkaian upacara HUT ke-81 RI.
Aryo merupakan putra Yosril Radiansyah dan Rima Melati yang terpilih sebagai calon Paskibraka tingkat pusat melalui tahapan seleksi dari sekolah. Sebelum mengikuti pemusatan latihan tingkat pusat, ia dilepas oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menyampaikan apresiasi kepada putra-putri daerah yang terpilih sebagai calon Paskibraka Nasional. Mian berharap para peserta menjaga kesehatan, disiplin, serta menunjukkan kemampuan terbaik selama seluruh rangkaian kegiatan.
Aryo sebelumnya menyatakan siap memberikan kemampuan terbaik sekaligus menjaga nama baik Bengkulu. Dari tiga provinsi berbeda, Aryo, Harya, dan Fachri kemudian dipertemukan dalam satu formasi untuk menjalankan tugas kenegaraan di Istana Merdeka.






