Calon mahasiswa Politeknik Pengayoman Indonesia perlu memeriksa syarat fisik dan capaian nilai sebelum mengajukan pendaftaran. Dalam seleksi Poltekpin 2026, nilai minimal 70 pada tiga mata pelajaran serta ketentuan tinggi badan menjadi saringan awal yang tidak dapat diabaikan.
Pendaftar pria wajib memiliki tinggi badan minimal 162 cm, sedangkan pendaftar wanita minimal 155 cm. Penggunaan kacamata masih diperbolehkan, tetapi toleransi visus mata dibatasi hingga minus 1,00.
Ketentuan fisik dan status pribadi
Peserta harus berbadan sehat dan tidak memiliki cacat fisik maupun mental, HIV/AIDS, riwayat konsumsi narkoba, buta warna, atau riwayat patah tulang. Persyaratan tersebut perlu dipenuhi sebagai bagian dari seleksi calon mahasiswa.
Pria tidak diperbolehkan memiliki tato, bekas tato, tindik, maupun bekas tindik, kecuali yang berkaitan dengan adat dan dibuktikan melalui surat keterangan. Wanita juga tidak boleh memiliki tato atau bekas tato serta tidak boleh mempunyai lebih dari satu tindik atau bekas tindik pada masing-masing telinga.
Pendaftar wajib belum pernah menikah secara negara, adat, maupun agama dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan. Peserta wanita harus belum pernah melahirkan, sementara peserta pria belum pernah memiliki anak biologis.
Calon mahasiswa juga harus siap ditempatkan pada unit kerja Kementerian Hukum di seluruh wilayah Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan. Mereka tidak boleh sedang terikat dinas ataupun bekerja pada instansi dan perusahaan lain.
Nilai dan batas usia yang wajib dipenuhi
Peserta dapat berasal dari lulusan SMA, MA, SMK, atau MAK dari seluruh jurusan dan wajib berstatus warga negara Indonesia. Usia pendaftar paling rendah 17 tahun serta paling tinggi 21 tahun 0 bulan 0 hari pada 18 Agustus 2026.
Nilai akhir Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika masing-masing harus mencapai sekurang-kurangnya 70,00 dalam skala 100,00. Bukti nilai dapat menggunakan ijazah, transkrip, atau daftar nilai akhir pembelajaran.
| Ketentuan | Persyaratan |
|---|---|
| Usia | Minimal 17 tahun dan maksimal 21 tahun pada 18 Agustus 2026 |
| Nilai akademik | Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika minimal 70,00 |
| Tinggi badan pria | Minimal 162 cm |
| Tinggi badan wanita | Minimal 155 cm |
| Visus mata | Kacamata diperbolehkan hingga minus 1,00 |
Pendaftaran dibuka melalui SSCASN
Pendaftaran SSCASN untuk penerimaan Poltekpin dijadwalkan berlangsung secara daring pada 18-30 Agustus 2026. Calon peserta perlu membuat akun menggunakan NIK dan nomor Kartu Keluarga, lalu mencetak Kartu Informasi Akun sebelum melanjutkan proses pemilihan program studi dan jalur penerimaan.
Jalur yang tersedia meliputi formasi umum, formasi khusus Orang Asli Papua, serta formasi khusus keterwakilan daerah. Pendaftar formasi OAP wajib melampirkan surat keterangan garis keturunan, sedangkan formasi keterwakilan daerah harus membuktikan domisili sesuai wilayah yang ditetapkan panitia.
Seleksi Kompetensi Dasar dikenai biaya Rp100.000 sesuai ketentuan PNBP pada Badan Kepegawaian Negara. Seluruh dokumen harus diunggah dalam hasil pindai dokumen asli berwarna, terbaca jelas, dan dapat dibuka.
Dokumen penting yang perlu disiapkan
Dokumen utama mencakup pas foto berlatar merah dengan kemeja putih polos berkerah, surat lamaran bermeterai, e-KTP atau surat keterangan perekaman, serta Kartu Keluarga. Pendaftar juga perlu menyiapkan ijazah, transkrip atau daftar nilai, dan akta kelahiran atau surat keterangan lahir dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
Berkas pendukung meliputi surat keterangan belum pernah menikah dari lurah atau kepala desa, Surat Pernyataan 6 poin bermeterai, persetujuan orang tua atau wali, serta SKCK dari Polsek atau Polres. Surat pernyataan orang tua yang diketahui RT dan RW diperlukan untuk menerangkan status belum pernah melahirkan atau belum pernah memiliki anak biologis.
Peserta tidak boleh pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap karena tindak pidana. Data atau dokumen yang tidak benar dapat menyebabkan peserta dinyatakan gugur di kemudian hari.
Empat pilihan program studi D-IV
Poltekpin membuka Jurusan Hukum Terapan dengan empat program studi jenjang Diploma IV pada penerimaan 2026. Pilihannya mencakup D-IV Perancangan Peraturan Perundang-undangan, D-IV Hukum Kekayaan Intelektual, D-IV Administrasi Hukum Umum, dan D-IV Pembangunan Hukum.
| Program studi | Bidang pembelajaran |
|---|---|
| D-IV Perancangan Peraturan Perundang-undangan | Penyusunan dan perancangan peraturan perundang-undangan |
| D-IV Hukum Kekayaan Intelektual | Hukum yang berkaitan dengan kekayaan intelektual |
| D-IV Administrasi Hukum Umum | Bidang administrasi hukum |
| D-IV Pembangunan Hukum | Pengembangan hukum untuk mendukung kebutuhan pembangunan |
Format surat lamaran dan sejumlah surat pernyataan tersedia melalui laman sekdin.kemenkum.go.id. Calon peserta perlu memantau laman serta media sosial resmi Kementerian Hukum untuk mengikuti perkembangan penerimaan dan ketentuan Syarat Poltekpin.






