Suplemen Dosis Tinggi Dapat Memicu Rambut Rontok, Diet Ketat Juga Berisiko

Suplemen yang dikonsumsi berlebihan tidak selalu memperkuat rambut, bahkan dapat berkaitan dengan kerontokan. Selenium, vitamin A, dan vitamin E termasuk zat yang perlu diperhatikan karena asupan dosis tinggi dapat mengganggu kesehatan folikel.

Risiko tersebut menjadi penting karena produk untuk menyuburkan rambut kerap mengandung campuran vitamin dan mineral dalam dosis tinggi. Suplemen lebih bermanfaat bila digunakan untuk menangani kekurangan nutrisi yang telah teridentifikasi melalui pemeriksaan tenaga kesehatan.

Kelebihan vitamin A dapat meningkatkan kadarnya di dalam darah ketika hati tidak lagi mampu menyimpan kelebihannya. Kondisi yang disebut hipervitaminosis A ini dapat memengaruhi fungsi folikel rambut.

Ada pula laporan kasus perempuan yang kehilangan seluruh rambut di kepala setelah mengonsumsi kacang brasil dalam jumlah besar setiap hari selama 20 hari. Kadar selenium dalam darahnya hampir lima kali lipat dari kisaran normal.

Kerontokan Tidak Selalu Berasal dari Perawatan Rambut

Rambut rontok sering kali dikaitkan dengan faktor keturunan atau kebiasaan merawat rambut, padahal pola makan dan gaya hidup juga berpengaruh. Folikel memerlukan energi serta nutrisi secara berkelanjutan karena sel-selnya termasuk yang cepat membelah di tubuh.

Kulit kepala secara alami dapat melepaskan sekitar 100 helai rambut setiap hari. Jumlahnya dapat tampak lebih banyak ketika seseorang keramas atau menyisir rambut.

Kerontokan yang menyeluruh atau berlangsung terus-menerus perlu menjadi perhatian. Kondisi ini dapat berkaitan dengan masalah medis maupun kecukupan zat gizi.

Zat Gizi yang Mendukung Folikel

Kekurangan beberapa mikronutrien dapat mengganggu pembelahan sel, pembentukan protein, dan fungsi folikel. Zat besi, vitamin D, serta zinc merupakan tiga nutrisi yang kerap diperhatikan pada masalah kerontokan.

NutrisiPeran bagi rambutDampak saat kekurangan
Zat besiMendukung kebutuhan folikel rambutDikaitkan dengan telogen effluvium
Vitamin DMendukung pertumbuhan dan kesehatan folikelKadarnya cenderung lebih rendah pada beberapa kondisi kerontokan
ZincMendukung sintesis protein dan pemulihan folikelDapat berkaitan dengan pertumbuhan yang melambat dan kerontokan

Kekurangan zat besi dikaitkan dengan telogen effluvium, yaitu gangguan siklus pertumbuhan yang dapat membuat rambut rontok berlebihan. Salah satu dugaan yang diteliti adalah tubuh mengalihkan cadangan zat besi dari folikel ke fungsi lain yang lebih mendesak.

Vitamin D berperan dalam kesehatan folikel, sementara kadar rendah ditemukan pada sebagian orang dengan alopecia areata maupun kerontokan berpola. Dalam studi yang melibatkan 109 orang, peserta dengan kerontokan memiliki kadar vitamin D lebih rendah dibandingkan kelompok tanpa kerontokan.

Zinc diperlukan untuk fungsi imun, pembelahan sel, dan sintesis protein yang berkaitan dengan kerja folikel. Mineral ini juga membantu menjaga folikel agar tidak menyusut serta mendukung pemulihannya.

Kekurangan tembaga, biotin, vitamin B12, folat, dan riboflavin juga dikaitkan dengan kerontokan. Pemeriksaan tenaga kesehatan dapat membantu menilai kemungkinan kekurangan mikronutrien sekaligus mencari penyebab lain.

Pembatasan Makan yang Ekstrem

Diet dengan kalori sangat rendah dapat mengurangi energi yang dibutuhkan folikel untuk memproduksi rambut. Risikonya meningkat apabila pembatasan makan turut membuat asupan protein tidak mencukupi.

Protein menyediakan asam amino sebagai bahan pembentuk rambut. Kekurangan protein dapat membuat rambut menipis, rapuh, dan mengalami gangguan pertumbuhan.

Penurunan berat badan yang besar juga dapat diikuti kerontokan, terutama setelah operasi bariatrik atau saat menjalani diet sangat restriktif. Pada operasi bariatrik, kerontokan dapat berkaitan dengan kekurangan nutrisi akibat gangguan penyerapan.

Orang yang menjalani operasi bariatrik mungkin memerlukan suplemen mikronutrien sesuai arahan tenaga kesehatan. Langkah tersebut penting untuk menjaga nutrisi rambut dan mencegah komplikasi kekurangan gizi lainnya.

Faktor Gaya Hidup

Merokok, konsumsi alkohol, stres berkepanjangan, dan kualitas tidur yang buruk juga dikaitkan dengan risiko kerontokan. Studi pada perempuan menunjukkan konsumsi alkohol dan tidur yang buruk berkaitan dengan kerontokan pola perempuan yang lebih berat.

Merokok dikaitkan dengan alopecia areata, sedangkan kualitas tidur rendah menjadi salah satu faktor risiko kondisi tersebut. Menjaga asupan energi dan protein, menghindari rokok, membatasi alkohol, tidur cukup, serta mengelola stres dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan rambut.

Baca Juga