Qualcomm Usik Intel N250, Snapdragon C Bidik Laptop Murah dengan Performa Lebih Tinggi

Qualcomm menyatakan Snapdragon C dapat mencatat performa lebih tinggi daripada Intel N250 dalam sejumlah pengujian internal. Platform ini disiapkan untuk laptop murah mulai USD 300 atau sekitar Rp4,7 juta, segmen yang selama ini banyak ditempati prosesor Intel entry-level.

Selisih terbesar yang disampaikan Qualcomm muncul pada Cinebench multi-thread, dengan Snapdragon C disebut 67% lebih unggul. Hasil tersebut berasal dari sistem sampel Snapdragon C ber-RAM 8 GB dan belum mewakili pengujian independen pada laptop ritel.

Pengujian internalKeunggulan Snapdragon C atas Intel N250
Geekbench single-core44% lebih cepat
Geekbench multi-core24% lebih tinggi
Cinebench single-thread50% lebih cepat
Cinebench multi-thread67% lebih unggul
Speedometer 3.139% lebih tinggi

Menurut data Qualcomm yang dikutip inet.detik.com, kinerja single-core pada Geekbench unggul 44%, sedangkan hasil multi-core lebih tinggi 24%. Pada Cinebench, perusahaan mencatat keunggulan 50% untuk single-thread dan 67% untuk multi-thread.

Pengujian Speedometer 3.1 juga menunjukkan keunggulan hingga 39% untuk aktivitas peramban. Data tersebut relevan bagi pekerjaan dokumen, akses web, rapat video, pembelajaran, dan hiburan ringan yang menjadi penggunaan umum laptop kelas bawah.

Platform Arm untuk perangkat harga rendah

Snapdragon C merupakan platform berbasis Arm yang memadukan CPU, grafis terintegrasi, dan kemampuan AI dalam satu chip. Qualcomm menujukannya kepada OEM yang ingin memperluas pilihan perangkat murah dengan konsumsi daya rendah.

Jantung pemrosesannya adalah CPU Qualcomm Kryo delapan inti. Chip ini dapat berjalan hingga 3 GHz untuk pemrosesan single-core dan hingga 2 GHz dalam skenario multi-core, dengan total cache 2 MB.

KomponenSpesifikasi Snapdragon C
CPUQualcomm Kryo 8-core
Kecepatan CPUHingga 3 GHz single-core, 2 GHz multi-core
CacheTotal 2 MB
GPUAdreno hingga 900 MHz
Pemrosesan AIHexagon NPU

Untuk kebutuhan visual, Qualcomm memasang GPU Adreno dengan kecepatan hingga 900 MHz. Platform ini juga membawa Hexagon NPU yang ditujukan untuk memproses beban kerja AI langsung di perangkat.

Efisiensi daya menjadi pembeda

Selain membandingkan performa, Qualcomm menonjolkan selisih konsumsi daya Snapdragon C terhadap Intel N250. Saat streaming Netflix melalui Microsoft Edge, perusahaan mengklaim chip tersebut 106% lebih hemat daya.

Pada kegiatan menjelajah web, Snapdragon C disebut memiliki efisiensi 68% lebih baik. Klaim penghematan daya untuk panggilan video menggunakan Teams mencapai 74%.

AktivitasKlaim penghematan daya
Streaming Netflix di Microsoft Edge106% lebih hemat daya
Menjelajah web68% lebih efisien
Panggilan video di Teams74% lebih irit

Klaim baterai seharian penuh tetap perlu dilihat pada perangkat jadi. Kapasitas baterai, jenis layar, rancangan pendinginan, perangkat lunak, dan komponen lain yang dipilih produsen dapat menghasilkan daya tahan yang berbeda.

OEM mulai menyiapkan perangkat

Acer, HP, Asus, dan Lenovo dilaporkan tengah mempersiapkan laptop berbasis Snapdragon C. Persaingan di kelas ini juga diproyeksikan melibatkan ekosistem Intel Wildcat Lake serta lini MacBook Neo dari Apple.

Acer telah memperlihatkan Aspire Go 15 sebagai laptop pertama perusahaan yang memakai Snapdragon C. Model tersebut memiliki RAM 8 GB dan SSD 512 GB, sementara jadwal peluncuran maupun harga akhirnya belum diumumkan secara resmi.

Kehadiran lebih banyak OEM akan menentukan pilihan pembeli di kelas laptop 4 jutaan. Tantangan Qualcomm adalah memastikan keunggulan performa dan efisiensi yang disampaikan dalam pengujian dapat hadir pada perangkat dengan harga yang benar-benar terjangkau.

Baca Juga