
Rudal Rusia Hantam Kharkiv, 10 Orang Tewas
koranindonesia.id – Serangan rudal Rusia menghantam sebuah apartemen lima lantai di Kharkiv pada Sabtu, 7 Maret 2026. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 10 orang.
Di antara korban tewas terdapat dua anak. Selain itu, sedikitnya 16 orang lainnya mengalami luka-luka.
Petugas penyelamat langsung menuju lokasi setelah serangan terjadi. Tim darurat kemudian menyisir reruntuhan untuk mencari korban selamat.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar pada bangunan apartemen. Banyak penghuni kehilangan tempat tinggal akibat ledakan tersebut.
“Baca Juga: Bentrok Warga Adat dan Polisi di Kapuas, Lima Orang Terluka“
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam serangan tersebut. Ia juga meminta tanggapan tegas dari komunitas internasional.
Zelensky menjelaskan bahwa Rusia meluncurkan serangan besar pada malam hari. Serangan itu melibatkan 29 rudal dan 480 drone.
Rusia menargetkan fasilitas energi di Kyiv serta beberapa wilayah lain di Ukraina.
Zelensky menyatakan bahwa kerusakan muncul di setidaknya tujuh lokasi berbeda. Karena itu, ia meminta mitra internasional memperkuat dukungan bagi Ukraina.
Ia juga menegaskan bahwa Rusia terus berusaha menghancurkan infrastruktur penting di Ukraina.
Militer Ukraina mengaktifkan sistem pertahanan udara setelah serangan dimulai. Sistem tersebut berhasil mencegat sebagian besar rudal dan drone.
Data awal menunjukkan pertahanan udara menembak jatuh 19 rudal. Selain itu, sistem tersebut juga menghancurkan 453 drone.
Namun, beberapa senjata tetap mengenai sasaran. Sebanyak sembilan rudal dan 26 drone tercatat menghantam 22 lokasi.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada bangunan, fasilitas energi, dan infrastruktur lain.
Wali Kota Kharkiv Ihor Terekhov memberikan informasi tentang korban.
Ia mengatakan seorang guru sekolah dasar meninggal bersama putranya. Anak tersebut merupakan siswa kelas dua.
Selain itu, seorang siswa kelas delapan meninggal bersama ibunya. Mereka berada di rumah saat serangan terjadi.
Peristiwa tersebut memperlihatkan dampak besar perang terhadap warga sipil. Banyak keluarga kehilangan anggota keluarga dalam serangan tersebut.
Kantor Kejaksaan Regional Ukraina memeriksa lokasi serangan. Penyelidik menemukan bahwa rudal baru menghantam gedung apartemen tersebut.
Laporan menyebut rudal tersebut bernama Izdeliye-30.
Rudal ini memiliki jangkauan hingga 1.500 kilometer. Selain itu, sistem navigasinya menggunakan satelit yang lebih stabil.
Kemampuan tersebut membuat rudal lebih sulit diganggu oleh sistem pertahanan.
Serangan Rusia tidak hanya terjadi di Kharkiv. Wilayah lain di Ukraina juga mengalami dampak besar.
Di wilayah Kyiv, puing-puing drone merusak beberapa distrik. Sementara itu, kebakaran besar terjadi di Odesa.
Sebanyak 80 petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di fasilitas infrastruktur.
Serangan juga merusak jalur transportasi. Operator kereta nasional Ukrzaliznytsia mengubah sejumlah rute perjalanan.
Perubahan rute terjadi karena kerusakan pada jalur kereta di bagian tengah dan barat Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia memberikan pernyataan resmi setelah serangan. Pihak Rusia mengatakan bahwa serangan menargetkan fasilitas militer Ukraina.
Rusia menyebut target meliputi pabrik militer, fasilitas energi, dan pangkalan udara.
Namun, laporan dari Ukraina menunjukkan banyak kerusakan terjadi pada wilayah sipil.
Karena itu, pemerintah Ukraina terus meminta dukungan internasional untuk melindungi warga negaranya.
Rusia terus meningkatkan penggunaan drone dalam perang ini. Negara tersebut telah meluncurkan puluhan ribu drone sejak invasi dimulai.
Sebagian besar drone tersebut berasal dari desain Iran bernama Shahed drone.
Saat ini, Rusia juga memproduksi drone dalam jumlah besar di dalam negeri.
Akibatnya, Rusia dapat meluncurkan ratusan drone dalam satu malam.
Situasi ini memperlihatkan eskalasi serius dalam konflik antara Russia dan Ukraine.
Konflik tersebut kini memasuki tahun kelima dan terus menimbulkan korban serta kerusakan besar.
“Baca Juga: Perjalanan Vidi Aldiano 6 Tahun Melawan Kanker Ginjal“