
Bentrok Warga Adat dan Polisi di Kapuas, Lima Orang Terluka
koranindonesia.id – Bentrokan antara aparat kepolisian dan massa dari aliansi masyarakat adat terjadi di Desa Barunang, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Insiden ini terjadi saat massa menutup jalan hauling milik perusahaan tambang di wilayah tersebut.
Peristiwa itu menyebabkan tiga anggota polisi mengalami luka. Selain itu, dua warga juga mengalami luka tembak.
Situasi sempat memanas sebelum akhirnya aparat berhasil mengendalikan keadaan di lokasi kejadian.
“Baca Juga: Istighosah Khassah di Jaksel Serukan Solidaritas Timur Tengah“
Aliansi masyarakat adat di Desa Barunang melakukan aksi penutupan jalan hauling milik perusahaan tambang PT Asmin Bara Bronang. Massa menutup akses jalan sebagai bentuk protes terhadap aktivitas perusahaan di wilayah mereka.
Massa kemudian berkumpul di lokasi jalan hauling dan menghalangi kendaraan yang melintas. Aksi tersebut menarik perhatian aparat kepolisian yang datang untuk mengamankan situasi.
Selanjutnya, aparat mencoba membuka akses jalan agar aktivitas di kawasan tersebut kembali berjalan. Namun, situasi di lapangan justru semakin tegang.
Ketegangan antara massa dan aparat akhirnya memicu bentrokan di lokasi kejadian.
Beberapa warga merekam peristiwa bentrokan tersebut menggunakan telepon genggam. Rekaman video amatir kemudian beredar luas di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan massa dan aparat saling berhadapan di lokasi jalan hauling. Situasi terlihat semakin panas ketika aparat mencoba membubarkan kerumunan massa.
Selain itu, rekaman juga memperdengarkan beberapa suara tembakan peringatan dari aparat kepolisian. Petugas melepaskan tembakan peringatan untuk mengendalikan situasi.
Namun demikian, bentrokan tetap terjadi di tengah kerumunan massa.
Bentrokan tersebut menyebabkan lima orang mengalami luka. Tiga anggota kepolisian mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.
Sementara itu, dua warga mengalami luka tembak saat insiden berlangsung. Petugas dan warga sekitar kemudian membantu mengevakuasi para korban dari lokasi bentrokan.
Tim medis membawa para korban ke klinik terdekat untuk penanganan awal. Setelah itu, petugas kesehatan merujuk para korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya.
Dokter kemudian memberikan perawatan lanjutan kepada para korban yang terluka.
Kapolda Kalimantan Tengah, Iwan Kurniawan, menyatakan bahwa situasi di lokasi kejadian kini sudah kondusif. Aparat keamanan tetap berjaga untuk memastikan keadaan tetap aman.
Polisi juga terus melakukan pengamanan di sekitar lokasi jalan hauling.
Selain itu, jajaran Polres Kapuas mulai menyelidiki penyebab bentrokan tersebut. Petugas mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang berada di lokasi.
Polisi juga memeriksa rekaman video dan informasi dari warga setempat. Langkah ini bertujuan untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami faktor yang memicu bentrokan antara massa adat dan petugas di Desa Barunang.
“Baca Juga: Tips Buka Puasa Sehat Ala Ade Rai Saat Ramadhan“