
Prabowo Copot Budi Gunawan, Sri Mulyani, dan Dito
koranindonesia.id – Prabowo Copot Budi Gunawan DKK: Presiden Prabowo Subianto membuat keputusan penting pada Senin (8/9/2025). Ia melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta. Tiga kursi menteri berganti wajah, termasuk posisi penting yang menyangkut bidang politik, keuangan, dan kepemudaan.
“Baca Juga: WNI Terjaring Razia Imigrasi di Pabrik Hyundai Georgia AS“
Presiden Prabowo memberhentikan Budi Gunawan dari jabatan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan. Ia juga melepas Sri Mulyani dari kursi Menteri Keuangan. Selain itu, Prabowo mengganti Dito Ariotedjo yang sebelumnya memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Langkah ini menunjukkan bahwa Presiden ingin menghadirkan energi baru dalam kabinet. Ia menegaskan bahwa perubahan tersebut bertujuan memperkuat kinerja pemerintahan.
Presiden menunjuk Aris Marsudianto sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan menggantikan Budi Gunawan. Aris membawa pengalaman panjang di bidang pertahanan dan keamanan.
Prabowo berharap Aris mampu menjaga stabilitas politik nasional. Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, dan lembaga negara lain.
Perubahan juga terjadi di Kementerian Keuangan. Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), kini resmi menjadi Menteri Keuangan.
Prabowo memberi mandat khusus agar Purbaya menjaga stabilitas fiskal. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di tengah tantangan global.
Dalam reshuffle ini, Prabowo membentuk Kementerian Haji dan Umroh. Tujuannya memperbaiki tata kelola penyelenggaraan ibadah haji dan umroh yang melibatkan jutaan jamaah Indonesia setiap tahun.
Prabowo menunjuk Moch Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umroh. Ia juga mengangkat Dahnil Azhar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umroh untuk mendampingi.
Kehadiran kementerian baru ini diharapkan mampu memberikan pelayanan lebih baik bagi jamaah. Pemerintah ingin memastikan pelaksanaan haji berjalan aman dan nyaman.
Selain itu, reshuffle juga membawa perubahan di sektor ekonomi rakyat. Fery Juliantono, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Koperasi, kini naik menjadi Menteri Koperasi.
Sementara itu, Mukhtaruddin dipercaya memimpin Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Pekerja. Tugas utamanya adalah memperkuat perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa reshuffle ini bukan sekadar mengganti wajah di kabinet. Ia menekankan bahwa perubahan harus membawa semangat baru.
Prabowo menilai tantangan bangsa semakin kompleks. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan kabinet bekerja lebih solid, cepat, dan efektif.
Reshuffle kabinet pada September 2025 mencerminkan tekad Presiden Prabowo memperkuat pemerintahan. Perubahan ini juga menunjukkan komitmen negara dalam menghadapi tantangan global dan meningkatkan pelayanan publik.
“Baca Juga: Vaksin Kanker EnteroMix Rusia Diklaim Berhasil 100%“