Poltek SSN Buka 50 Formasi 2026, Pendaftar Tak Lagi Diminta Nilai UTBK

Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) membuka 50 formasi taruna untuk penerimaan tahun 2026 tanpa mencantumkan nilai UTBK sebagai syarat pendaftaran maupun dokumen seleksi. Perubahan ini membuat calon peserta perlu menaruh perhatian lebih besar pada nilai rapor, kondisi kesehatan, dan kelengkapan berkas.

Pendaftaran berlangsung pada 18 hingga 30 Agustus 2026 secara serentak dengan sekolah kedinasan lain. Seluruh proses dilakukan melalui portal SSCASN milik Badan Kepegawaian Negara.

Nilai Rapor Menjadi Penentu Awal

Pelamar wajib memiliki rata-rata nilai Matematika teori atau pengetahuan minimal 80 pada semester IV dan V. Ketentuan nilai minimal yang sama juga berlaku untuk mata pelajaran Bahasa Inggris teori atau pengetahuan pada dua semester tersebut.

Rapor yang diunggah harus memuat nilai pendukung, termasuk nilai magang bagi siswa SMK yang menjalani magang pada semester IV atau V. Peserta dari sekolah dengan sistem nilai huruf perlu melampirkan surat konversi nilai skala 0–100 yang dilegalisasi kepala sekolah.

Calon taruna dapat berasal dari siswa kelas XII atau lulusan SMA, MA, dan SMK pada bidang studi yang ditentukan. Untuk SMA atau MA non-Kurikulum Merdeka, jurusan yang diterima adalah IPA, sedangkan lulusan Kurikulum Merdeka dapat berasal dari semua jurusan.

Lulusan SMK yang dapat mendaftar mencakup bidang Teknik Elektronika serta Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jurusan yang termasuk antara lain Teknik Audio Video, Teknik Elektronika Industri, Teknik Otomasi Industri, Teknik Mekatronika, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Komputer dan Jaringan, hingga Pengembangan Gim.

Kuota Terbagi ke Tiga Program Studi

Kuota 50 taruna merujuk pada persetujuan prinsip kebutuhan peserta didik Poltek SSN tahun anggaran 2026. Ketentuan tersebut tercantum dalam surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/4038/M.SM.01.00/2026 tertanggal 10 Agustus 2026.

Program StudiJenjangKuota
Rekayasa Keamanan SiberD-IV22 orang
Rekayasa Perangkat Keras KriptografiD-IV10 orang
Rekayasa KriptografiD-IV18 orang

Pelamar Poltek SSN harus warga negara Indonesia yang setia kepada Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Usia pendaftar minimal 17 tahun dan maksimal 21 tahun pada 31 Desember 2026.

Syarat Fisik dan Status Pribadi

Pria wajib memiliki tinggi badan minimal 160 sentimeter, sedangkan wanita minimal 150 sentimeter. Berat badan harus seimbang berdasarkan hasil pemeriksaan di fasilitas kesehatan pemerintah.

Peserta juga harus sehat jasmani dan rohani serta tidak buta warna parsial maupun total. Kondisi kesehatan yang dapat mengganggu kegiatan harian taruna menjadi perhatian dalam proses seleksi.

Ketentuan lain meliputi larangan bertato atau memiliki bekas tato serta pembatasan tindik sesuai aturan yang berlaku. Calon taruna wajib belum menikah dan bersedia tidak menikah selama menjalani pendidikan.

Pelamar wanita disyaratkan belum pernah melahirkan, sementara pelamar pria belum pernah memiliki anak biologis. Pendaftar juga tidak boleh pernah putus studi dari Poltek SSN atau perguruan tinggi kedinasan kementerian maupun lembaga lain.

Berkas yang Harus Diunggah

Dokumen yang perlu disiapkan meliputi pas foto berwarna terbaru berlatar merah, KTP atau Kartu Keluarga, rapor, identitas siswa, serta dokumen nilai pendukung. Peserta juga wajib mengunggah hasil pemeriksaan tinggi dan berat badan, pemeriksaan kesehatan serta buta warna tahun 2026, Surat Pernyataan Diri bermeterai Rp10.000, dan kartu BPJS Kesehatan.

Pas foto, dokumen identitas, dan kartu BPJS Kesehatan diunggah dalam format JPG dengan batas ukuran masing-masing 200 KB. Rapor dan dokumen nilai pendukung menggunakan PDF maksimal 1.000 KB, sedangkan berkas pemeriksaan kesehatan maksimal 500 KB dan Surat Pernyataan Diri maksimal 700 KB.

Pendaftar harus memiliki NIK yang valid, kartu BPJS Kesehatan, serta tidak sedang menjalani ikatan dinas dengan instansi lain. Tahap awal dilakukan dengan membuat akun SSCASN Sekolah Kedinasan, mencetak Kartu Informasi Akun, lalu masuk kembali memakai NIK dan kata sandi yang telah didaftarkan.

Setelah mengunggah swafoto, peserta dapat memilih Poltek SSN sebagai instansi tujuan pendaftaran. Seleksi mencakup administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar, akademik, psikologi, kesehatan, kebugaran, litpers, hingga pantukhir atau pemantauan akhir.

Taruna yang menyelesaikan pendidikan wajib bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia dan menjalani masa ikatan dinas sesuai ketentuan. Jadwal tahapan seleksi serta pengumuman penerimaan disampaikan melalui laman resmi penerimaan Poltek SSN.

Baca Juga