Layanan IM3 dan Tri Terganggu Usai Gempa NTT, Ini Kanal Laporannya

Pelanggan IM3 dan Tri yang masih mengalami gangguan pascagempa di Nusa Tenggara Timur dapat menghubungi kanal resmi Indosat Ooredoo Hutchison. Layanan telepon, WhatsApp, media sosial X, surat elektronik, serta gerai dan situs resmi disediakan untuk menerima laporan pelanggan.

Indosat mempercepat pemulihan layanan telekomunikasi yang terdampak gempa pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, terutama Flores dan kawasan sekitarnya.

Kontak pengaduan pelanggan

Saluran yang digunakan berbeda untuk pelanggan IM3 dan Tri. Pelanggan dapat memilih kontak yang sesuai dengan layanan yang dipakai untuk menyampaikan kendala jaringan.

LayananCall CenterSaluran pengaduan lain
IM3185WhatsApp 0855-1000-185, X @careIM3, email care@im3.id, atau Gerai Indosat terdekat
Tri132 dari nomor Tri atau 0896-4400-0123 dari operator lainWhatsApp 0899-9800-123, X @3CareIndonesia, email 3care@tri.co.id, atau website Tri

Keberadaan kanal pengaduan tersebut penting bagi pelanggan yang membutuhkan informasi dan tindak lanjut atas gangguan layanan. Indosat menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang terjadi selama pemulihan jaringan berlangsung.

Indosat koordinasikan perbaikan

EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison Fahd Yudhonegoro mengatakan perusahaan terus mengupayakan agar layanan kembali optimal. Penanganan gangguan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait di tengah respons bencana.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat penanganan gangguan tersebut dan mengupayakan layanan dapat segera beroperasi secara optimal,” kata Fahd dalam keterangan pada Minggu, 16 Agustus 2026. Indosat juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di NTT.

Gempa yang melatarbelakangi gangguan layanan itu berkekuatan magnitudo 7,7. Pusat guncangan berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.

Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, selain merusak permukiman, infrastruktur, serta fasilitas umum. Aktivitas masyarakat di wilayah terdampak juga mengalami gangguan akibat kondisi pascagempa.

Tanggap darurat berlaku 14 hari

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menetapkan status tanggap darurat gempa bumi selama 14 hari terhitung sejak 15 Agustus 2026. Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 305/KEP/HK/2026 yang ditetapkan di Kupang.

Gubernur NTT Melki Laka Lena menyatakan langkah tersebut diambil untuk mempercepat penanganan dampak bencana. Status darurat juga diharapkan memudahkan akses, koordinasi, dan komunikasi antarpihak saat mengerahkan sumber daya.

“Penetapan status tanggap darurat dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak bencana, sekaligus mempermudah akses, koordinasi, dan komunikasi antarpihak dalam mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia,” ujar Melki dalam pernyataannya pada Minggu, 16 Agustus 2026. Pemerintah provinsi akan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah pusat, TNI-Polri, lembaga terkait, dunia usaha, serta masyarakat dalam penanganan.

Keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi prioritas selama masa tanggap darurat. Di sisi lain, Indosat menyatakan perbaikan terus berjalan agar layanan telekomunikasi di wilayah terdampak kembali beroperasi secara optimal.

Baca Juga