Liverpool menutup rangkaian pramusim dengan catatan yang mencolok, yakni mencetak sembilan gol tetapi juga kebobolan sembilan kali. Keseimbangan yang belum terlihat itu memicu kekhawatiran mengenai kemampuan tim saat harus beralih dari menyerang ke bertahan.
Jamie Carragher menilai permainan Liverpool terlalu terbuka dan menyerupai pertandingan basket. Mantan bek The Reds itu melihat banyak pemain langsung memenuhi area serang tanpa perlindungan yang memadai ketika bola hilang.
| Aspek Pramusim | Catatan Liverpool |
|---|---|
| Kemenangan | 3 laga |
| Kekalahan | 2 laga |
| Gol tercipta | 9 gol |
| Gol kebobolan | 9 gol |
Catatan tersebut memperlihatkan Liverpool tetap memiliki daya serang yang produktif selama laga persiapan. Namun, jumlah kebobolan yang sama besar menandakan tim belum cukup rapat saat serangan mereka terputus.
Kritik terhadap Struktur Permainan
Menurut Jamie Carragher, persoalan utama tidak berhenti pada hasil pramusim. Ia menilai kecenderungan para pemain untuk terus maju membuat Liverpool lebih mudah terekspos saat lawan membangun serangan balik.
“Liverpool memiliki terlalu banyak pemain menyerang di lapangan; mereka hanya ingin terus merangsek maju,” ujar Carragher, dikutip dari The Overlap. Ia menyamakan pola tersebut dengan permainan basket yang berlangsung terbuka dari satu ujung lapangan ke ujung lainnya.
Carragher juga mempertanyakan penerapan pendekatan itu pada level tertinggi. “Tidak ada tim papan atas yang bermain sepak bola seperti itu. Saya tidak habis pikir,” katanya.
Transisi menjadi fase krusial ketika sebuah tim kehilangan penguasaan bola. Liverpool dinilai memiliki banyak pemain dengan naluri menyerang, tetapi belum menunjukkan kualitas transisi bertahan yang cukup baik sepanjang pramusim.
Tugas Awal Andoni Iraola
Pembenahan organisasi permainan kini menjadi pekerjaan penting bagi Andoni Iraola. Manajer asal Spanyol itu perlu menjaga ancaman Liverpool di depan sambil memastikan tidak terlalu banyak ruang tersisa di belakang.
Iraola datang setelah membawa Bournemouth finis di posisi keenam Liga Inggris pada musim lalu. Pencapaian tersebut meningkatkan harapan terhadap kemampuannya menangani Liverpool dalam era baru klub.
Liverpool menunjuk Iraola untuk menggantikan Arne Slot. Slot dipecat setelah Liverpool mengakhiri musim tanpa gelar dan finis kelima di Liga Inggris.
Sport.detik.com melaporkan bahwa Carragher secara khusus menyoroti buruknya transisi Liverpool selama pramusim. Sorotan itu mengarah pada kebutuhan staf pelatih untuk menata ulang respons tim setiap kali serangan gagal.
Tiga kemenangan dalam lima pertandingan pramusim menunjukkan Liverpool tetap mampu menciptakan hasil positif. Akan tetapi, dua kekalahan serta sembilan gol kebobolan menjadi pengingat bahwa agresivitas menyerang perlu diimbangi disiplin posisi.
Pramusim memberi Iraola ruang untuk mengevaluasi susunan pemain dan reaksi mereka setelah kehilangan bola. Keseimbangan antara keberanian menyerang dan kesiapan bertahan akan menjadi jawaban atas kritik Carragher menjelang musim kompetisi.






