Thalita Ramadhani Wiryawan akan menghadapi ujian besar pada babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India. Tunggal putri Indonesia itu dijadwalkan berhadapan dengan unggulan pertama asal Korea Selatan, An Se Young.
Pertandingan tersebut mempertemukan Thalita dengan pemain tunggal putri nomor satu dunia. Bagi Thalita, laga ini menjadi kesempatan untuk mengukur permainan di hadapan lawan dengan kualitas tertinggi.
Thalita menyambut peluang itu dengan antusias, meski menyadari besarnya tantangan yang akan dihadapi. Ia menegaskan ingin tampil maksimal saat berada di lapangan yang sama dengan pemain Korea Selatan tersebut.
“Di babak selanjutnya saya akan bertemu An Se Young (Korea). Senang juga akhirnya bisa satu lapangan dengan dia, jadi saya akan coba bermain dengan semaksimal mungkin,” kata Thalita.
Tiket 32 Besar dari Dua Gim
Langkah Thalita ke babak 32 besar diraih setelah mengalahkan wakil Peru, Ines Lucia Castillo, pada babak 64 besar. Ia menutup pertandingan dalam dua gim langsung dengan skor 22-20 dan 21-7.
| Gim | Thalita | Ines Lucia Castillo |
|---|---|---|
| Pertama | 22 | 20 |
| Kedua | 21 | 7 |
Margin tipis pada gim pertama menunjukkan Thalita tidak langsung menemukan ritme terbaiknya. Namun, penguasaan pertandingan berubah pada gim kedua ketika ia mampu membangun keunggulan yang jauh lebih lebar.
Penyesuaian terhadap kondisi lapangan menjadi salah satu faktor penting dalam pertandingan pembuka tersebut. Thalita mampu beradaptasi lebih cepat pada gim kedua dan tampil lebih nyaman hingga mengakhiri laga dengan skor 21-7.
Dalam keterangan resmi PBSI yang dikutip Beritasatu, Thalita menyebut pertandingan pertamanya berlangsung lancar. Ia juga mengakui bahwa fase awal laga diwarnai proses penyesuaian dengan lapangan.
“Alhamdulillah tadi berjalan lancar pertandingannya. Meskipun tadi gim pertama masih menyesuaikan dengan lapangannya, tetapi gim kedua bisa menyesuaikan lebih cepat,” ujar Thalita.
Tekanan Turnamen Bergengsi
Kejuaraan Dunia BWF 2026 memiliki makna khusus bagi Thalita karena status turnamen tersebut yang lebih bergengsi dibandingkan ajang lain. Ia merasakan tekanan pertandingan sejak menjalani laga pertamanya di New Delhi.
“Senang bisa bermain di Kejuaraan Dunia yang pastinya berbeda dengan pertandingan lain. Ini lebih bergengsi dan tadi benar-benar terasa tekanannya ke saya,” tuturnya.
Kemenangan atas Castillo memberi Thalita kesempatan melanjutkan perjalanan di turnamen dunia tersebut, tetapi lawan berikutnya menghadirkan tingkat kesulitan yang berbeda. An Se Young datang dengan status unggulan pertama, sehingga pertandingan babak 32 besar akan menjadi panggung penting bagi Thalita untuk menunjukkan kemampuannya.






