Manchester City memasuki awal musim dengan tekanan besar setelah kalah 0-3 dari Arsenal pada Community Shield di Cardiff. Kekalahan itu terjadi saat kesiapan skuad belum merata akibat kepulangan pemain dari Piala Dunia 2026 yang berbeda-beda.
Waktu City untuk membenahi kondisi tersebut sangat terbatas karena Bournemouth sudah menanti pada laga pembuka Liga Inggris. Enzo Maresca harus menyeimbangkan kebutuhan meraih hasil dengan kebutuhan memberi menit bermain kepada pemain yang baru kembali berlatih.
Persiapan Tidak Berjalan Seragam
City mengirim 19 pemain ke Piala Dunia 2026, jumlah terbanyak dibanding klub lain. Dampaknya, sebagian pemain tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian persiapan pramusim bersama tim.
Pemain yang mencapai perempatfinal Piala Dunia atau melaju lebih jauh tidak ikut dalam tur pramusim City ke Asia. Mereka kembali ke pusat latihan dengan tingkat kebugaran dan ritme pertandingan yang berbeda dari rekan-rekannya yang menjalani tur tersebut.
Menurut Maresca, beberapa pemain baru memulai latihan dua atau tiga hari sebelum menghadapi Arsenal. Situasi itu membuat Community Shield juga menjadi kesempatan awal bagi sebagian anggota skuad untuk kembali merasakan pertandingan.
“Kami adalah tim yang mengirim paling banyak pemain ke Piala Dunia,” ujar Maresca melalui situs resmi klub. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi City bukan sekadar hasil satu pertandingan, melainkan keterbatasan waktu untuk menyatukan skuad.
| Agenda | Waktu dan Lokasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Community Shield | Minggu, 16 Agustus 2026, Cardiff | Manchester City kalah 0-3 dari Arsenal |
| Liga Inggris | Minggu, 23 Agustus 2026 | Manchester City menjamu Bournemouth |
Menit Bermain Menjadi Prioritas
Maresca menilai menit bermain menjadi kebutuhan mendesak bagi pemain yang terlambat bergabung dalam persiapan. Ia harus memberi mereka kesempatan tampil agar kesiapan menuju Premier League dapat segera terbentuk.
“Beberapa dari mereka mulai latihan baru dua atau tiga hari lalu, jadi penting bagi mereka untuk mendapat menit bermain dan siap untuk Premier League,” kata Maresca. Penilaian itu menjelaskan alasan City tetap perlu mengelola keterlibatan sejumlah pemain meski pertandingan yang dijalani sudah bersifat kompetitif.
Perbedaan ritme tampak menjadi tantangan utama setelah kekalahan dari Arsenal. Pemain yang mengikuti tur Asia telah memperoleh pengalaman pertandingan pramusim, sedangkan beberapa pemain lain belum mendapat kesempatan tampil sebelum Community Shield.
Tur Asia sendiri menjadi keseluruhan agenda laga uji coba pramusim City. Tim asuhan Maresca memainkan tiga pertandingan dalam rangkaian tersebut, tetapi program itu tidak dapat diikuti seluruh anggota skuad karena tugas internasional.
Ujian Berikutnya Melawan Bournemouth
Laga melawan Bournemouth akan menjadi kesempatan berikutnya bagi City untuk melihat perkembangan kondisi pemain setelah persiapan yang terpecah. Maresca perlu menentukan pengaturan menit bermain dan kondisi fisik skuad dalam jeda singkat menuju pertandingan tersebut.
Hasil 0-3 di Cardiff memberi gambaran bahwa City belum berada dalam tahap persiapan yang sama di semua lini. Namun, pertandingan pembuka Liga Inggris juga menyediakan ruang bagi tim untuk mempercepat penyatuan ritme pemain yang baru kembali dari Piala Dunia 2026.
City akan menjamu Bournemouth pada Minggu malam WIB, 23 Agustus 2026. Pertandingan itu menjadi ujian awal bagi Maresca dalam merespons dampak jadwal internasional sekaligus mengarahkan skuad menuju kompetisi liga.






