
Polda Aceh Awasi Ketat Distribusi BBM Pasca Banjir
koranindonesia.id – Banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah Aceh menimbulkan dampak serius terhadap aktivitas masyarakat. Situasi darurat ini mendorong Polda Aceh mengambil langkah cepat untuk menjaga distribusi bahan bakar minyak tetap aman. Polda Aceh menilai pengawasan ketat dapat mencegah gangguan suplai di Banda Aceh.
“Baca Juga: Pencarian MH370 Dimulai Lagi Akhir Desember 2025“
Polda Aceh mengerahkan personel gabungan untuk memantau distribusi BBM di Banda Aceh. Subdirektorat Tindak Pidana Tertentu bergerak mengawasi 20 SPBU yang berpotensi mengalami lonjakan pembelian. Langkah itu bertujuan menjaga suplai BBM tetap stabil.
Personel memantau aktivitas pembelian secara langsung. Mereka ingin mencegah antrean panjang serta pembelian berlebihan oleh oknum tertentu. Kombes Zulhir Destrian menjelaskan bahwa tim mulai mengawasi semua SPBU di Banda Aceh untuk mencegah penimbunan BBM.
Ia menyebut penimbunan dapat memicu antrean panjang. Ia juga mengingatkan bahwa situasi darurat membutuhkan distribusi BBM yang terkendali. Tim terus mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
Polda Aceh tidak hanya mengirim personel ke SPBU. Polisi juga membangun koordinasi dengan pengelola SPBU. Koordinasi ini membantu memastikan distribusi BBM berjalan sesuai aturan.
Petugas SPBU diminta memantau pola pembelian setiap hari. Mereka juga diminta melapor jika menemukan transaksi yang tidak wajar. Langkah ini memberi perlindungan tambahan terhadap potensi penyalahgunaan pembelian BBM.
Selain itu, Polda Aceh mengimbau masyarakat agar membeli BBM secara wajar. Pembelian berlebihan dapat memicu kepanikan. Masyarakat diminta memahami bahwa distribusi merata menjadi prioritas utama pemerintah.
Polda Aceh bekerja sama dengan Pertamina dan Dinas ESDM Aceh. Mereka membahas kebijakan pembebasan barcode yang berlaku selama masa darurat. Kebijakan ini mengikuti aturan gubernur untuk mempercepat layanan.
Pembebasan barcode memungkinkan SPBU melayani lebih cepat. Langkah itu dapat mengurangi antrean kendaraan yang sering terjadi setelah bencana. Pemerintah ingin menghindari penumpukan kendaraan di SPBU.
Selain itu, tim juga memprioritaskan wilayah yang masih terdampak bencana. Polda Aceh memastikan warga di wilayah tersebut tetap mendapatkan akses BBM. Pengawasan di lapangan terus berjalan setiap hari.
Situasi pasca banjir dan longsor membutuhkan penanganan cepat. Polda Aceh mengambil langkah strategis untuk menjaga distribusi BBM tetap lancar. Pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak mengalami kekurangan BBM.
Dengan pengawasan ketat, koordinasi, serta kebijakan darurat, Polda Aceh berharap distribusi BBM berjalan aman. Masyarakat diharapkan ikut mendukung dengan membeli BBM secara wajar. Pemerintah terus mengawasi kondisi hingga situasi kembali stabil.
“Baca Juga: BNPB Catat 836 Korban Jiwa dalam Bencana Sumatera“