
Pencarian MH370 Dimulai Lagi Akhir Desember 2025
koranindonesia.id – Kementerian Transportasi Malaysia mengumumkan rencana besar pada Rabu, 3 Desember 2025. Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 mulai 30 Desember. Keputusan ini menjadi upaya terbaru untuk menyelesaikan misteri yang berlangsung selama lebih dari satu dekade.
MH370 menghilang pada 2014 ketika terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Kasus ini menjadi salah satu misteri penerbangan terbesar dalam sejarah modern. Banyak keluarga korban berharap pencarian terbaru ini membawa jawaban yang selama ini mereka tunggu.
“Baca Juga: DVI Polri Ungkap 290 Korban Bencana Sumut Teridentifikasi“
MH370 membawa 227 penumpang dan 12 awak ketika hilang. Pemerintah Malaysia dan berbagai pihak internasional sudah melakukan beberapa pencarian sejak 2014. Namun, banyak operasi terhenti karena cuaca buruk atau kondisi laut dalam yang rumit.
Pencarian terakhir di Samudra Hindia bagian selatan dihentikan pada April tahun ini. Cuaca buruk menghambat proses secara signifikan. Namun, perusahaan eksplorasi Ocean Infinity tetap bersiap melanjutkan operasi. Mereka menegaskan rencana menjalankan pencarian dasar laut selama 55 hari.
Kementerian Transportasi Malaysia mengatakan bahwa operasi tersebut akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah juga menyebut area yang menjadi target memiliki peluang tinggi untuk menemukan pesawat.
Pemerintah Malaysia tidak mengungkapkan lokasi pasti area pencarian. Namun, mereka memastikan pencarian berfokus pada wilayah yang memiliki peluang terbesar untuk menemukan puing-puing pesawat.
Penyelidik Malaysia sebelumnya tidak menutup kemungkinan bahwa pesawat sengaja keluar jalur. Beberapa puing yang terdampar di pantai Afrika dan pulau-pulau Samudra Hindia mendukung dugaan itu. Namun, bukti tersebut belum cukup untuk menjelaskan penyebab hilangnya pesawat.
Malaysia dan Ocean Infinity sudah menyepakati aturan kerja baru. Pemerintah bersedia membayar perusahaan tersebut hingga USD 70 juta jika mereka menemukan puing substansial dari MH370.
Pencarian akan mencakup area seluas 15.000 km² di bagian selatan Samudra Hindia. Ocean Infinity pernah melakukan pencarian besar pada 2018 tetapi gagal menemukan hasil yang signifikan. Mereka membawa teknologi dasar laut yang terus berkembang sejak pencarian sebelumnya.
Laporan setebal 495 halaman pada 2018 menyoroti penyebab hilangnya pesawat. Report tersebut menyebut bahwa kontrol pesawat kemungkinan dimanipulasi agar keluar jalur. Namun, para penyelidik tidak menemukan bukti yang cukup untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab.
Mereka juga memeriksa latar belakang kapten dan kopilot. Pemeriksaan tidak menemukan hal mencurigakan terkait kesehatan mental, keuangan, atau pelatihan mereka. Karena itu, kesimpulan akhir tetap bergantung pada penemuan puing penting yang hingga kini belum ditemukan.
MH370 membawa lebih dari 150 warga China. Penumpang lainnya berasal dari Malaysia, Indonesia, Australia, Prancis, Amerika Serikat, India, Ukraina, hingga Kanada. Pemerintah dari berbagai negara terus mendukung penyelidikan karena banyak warganya terlibat.
Keluarga korban juga menuntut kompensasi dari beberapa pihak. Mereka menggugat Malaysia Airlines, Boeing, Rolls-Royce, dan perusahaan asuransi Allianz. Mereka menilai pihak-pihak tersebut harus bertanggung jawab atas hilangnya pesawat.
Pemerintah Malaysia berharap pencarian baru memberi titik terang. Banyak pihak percaya operasi baru ini memiliki peluang lebih besar karena teknologi yang lebih maju. Selain itu, pengalaman Ocean Infinity dalam operasi sebelumnya memberi mereka keuntungan.
Keluarga korban menaruh harapan besar pada operasi ini. Mereka ingin mendapatkan jawaban yang selama ini tidak pernah datang. Dunia juga menunggu hasil pencarian ini karena kasus MH370 menjadi simbol penting dalam sejarah penerbangan global.
“Baca Juga: China Rilis Rudal Hipersonik Murah YKJ-1000 Berbahan Semen“