
DVI Polri Ungkap 290 Korban Bencana Sumut Teridentifikasi
koranindonesia.id – Tim Disaster Victim Identification Polri menyampaikan perkembangan proses identifikasi korban bencana di Sumatera Utara.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan, Kombes dr. Taufik Ismail, menjelaskan bahwa tim telah mengidentifikasi 290 jenazah hingga Selasa, 2 Desember 2025.
Ia menyebut bahwa jenazah tersebut berasal dari 12 kabupaten dan kota di wilayah Polda Sumut.
Ia juga menegaskan bahwa proses identifikasi masih berjalan setiap hari.
“Baca Juga: TNI AU Kirim Caracal untuk Percepat Bantuan di Sibolga“
Taufik menjelaskan bahwa tim menggunakan data sekunder untuk mengidentifikasi seluruh korban.
Tim memakai ciri fisik, sidik jari, dan barang pribadi yang melekat pada tubuh korban.
Ia mengatakan bahwa mayoritas jenazah masih berada dalam kondisi utuh pada fase awal.
Karena itu, proses identifikasi berjalan lebih cepat pada tahap pertama.
Proses identifikasi akan menjadi lebih menantang dalam beberapa hari ke depan.
Hingga kini masih ada 122 korban yang tercatat hilang.
Taufik memperkirakan bahwa sebagian besar jenazah sudah mulai membusuk karena lama tertimbun.
Ia mengatakan bahwa kondisi ini akan memengaruhi metode identifikasi.
Ia menegaskan bahwa tim akan memakai data primer, termasuk sampel DNA, untuk korban yang sulit dikenali.
Metode ini akan membantu tim menemukan kecocokan identitas secara akurat.
Taufik menjelaskan langkah tim ketika ruang penyimpanan jenazah semakin terbatas.
Ia mengatakan bahwa tim akan memakamkan jenazah dengan penandaan khusus jika identifikasi belum berhasil.
Ia menambahkan bahwa proses ini tetap aman karena data DNA akan tersimpan.
Dengan demikian, keluarga dapat menemukan lokasi pemakaman ketika hasil DNA menunjukkan kecocokan.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses tetap menjaga martabat korban dan keluarga.
Hingga hari ini, seluruh 290 jenazah yang berhasil diidentifikasi sudah kembali ke keluarga masing-masing.
Keluarga kemudian memakamkan korban sesuai adat dan keyakinan.
Taufik mengatakan bahwa tim terus menjaga komunikasi dengan keluarga korban.
Ia juga memastikan bahwa tim tetap siaga menangani jenazah yang ditemukan di lokasi baru.
Data terbaru menunjukkan bahwa Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami dampak paling besar.
Wilayah tersebut mencatat 86 korban meninggal dunia dan 104 orang hilang.
Sementara itu, Kabupaten Tapanuli Selatan mencatat 84 korban meninggal dunia dan 4 orang hilang.
Kota Sibolga mencatat 47 korban meninggal dunia dan 9 orang hilang.
Kabupaten Tapanuli Utara mencatat 34 korban meninggal dunia dan 12 orang hilang.
Kota Medan mencatat 12 korban meninggal dunia.
Selain itu, Kabupaten Langkat mencatat 14 korban meninggal dunia.
Data ini terus diperbarui seiring pencarian korban tambahan.
Tim DVI terus bekerja di lapangan untuk mengatasi tantangan baru.
Mereka melakukan pencarian, pengumpulan sampel, dan pemeriksaan lanjutan.
Taufik menegaskan bahwa tim berkomitmen menyelesaikan tugas hingga seluruh korban teridentifikasi.
“Baca Juga: TNI AU Kirim Caracal untuk Percepat Bantuan di Sibolga“