BYD Racco mencatat sekitar 1.000 pesanan dalam dua minggu setelah diperkenalkan di Jepang. Pencapaian itu muncul ketika mobil listrik mungil tersebut mendapat pujian atas kenyamanan berkendaranya yang dinilai melampaui kei car lokal.
Jurnalis otomotif Jepang, Nanao Shimazaki, menilai Racco menawarkan kualitas jalan yang tidak lazim di kelas mobil berukuran kecil. Penilaian itu menjadi perhatian karena segmen kei car selama ini sangat kuat dikaitkan dengan produsen Jepang.
Dalam tulisannya di Response yang dikutip oto.detik.com, Shimazaki sempat mencoba Racco di jalan umum sekitar Fuji Speedway. Pengujian berlangsung singkat, tetapi cukup untuk menyoroti cara mobil meredam guncangan dan menjaga kenyamanan saat berjalan.
Kabin Menjadi Salah Satu Nilai Jual
Racco tidak hanya mengandalkan bentuk bodi ringkas untuk menarik konsumen Jepang. Tata letak panel instrumennya disebut rapi dan mudah dipahami, termasuk oleh pengemudi yang baru menggunakan mobil.
Shimazaki juga menilai keberadaan tombol fisik pada kabin menunjukkan perhatian BYD terhadap kualitas keseluruhan. Joknya disebut menghadirkan kenyamanan yang lebih dekat dengan model BYD kelas atas dibandingkan mobil mungil biasa.
Fokus pada kemudahan penggunaan turut terlihat dari pintu geser yang dapat dibuka dengan gerakan kaki di atas lampu bundar. Fitur tersebut dinilai praktis bagi pengguna lanjut usia, terutama saat membawa barang.
Pada varian 300 dan di atasnya, BYD menyertakan setir berpemanas serta jok berpemanas. Varian 300 Premium mendapat tambahan jok pengemudi elektrik dan monitor tampilan sekeliling.
| Varian | Perlengkapan yang Disebutkan |
|---|---|
| 300 ke atas | Setir berpemanas dan jok berpemanas |
| 300 Premium | Jok pengemudi elektrik dan monitor tampilan sekeliling |
Stabilitas dari Struktur hingga Baterai
Pujian utama Shimazaki tertuju pada rasa berkendara Racco yang halus dan nyaman. “Kualitas berkendara yang halus dan nyaman, yang jauh melampaui level kei car yang ada, benar-benar luar biasa,” ujar Shimazaki.
Stabilitas mobil disebut terbentuk dari kombinasi suspensi, struktur bodi yang kokoh, bobot baterai, serta pusat gravitasi rendah. Kombinasi itu membuat pengendalian tetap mantap meski tinggi bodi Racco mencapai 1.800 mm.
Sistem penggerak Racco tidak dirancang untuk memberikan akselerasi yang eksplosif. Namun, penyaluran tenaganya disebut halus dan selaras dengan karakter mobil listrik yang mengutamakan kelancaran saat melaju.
Mobil ini menggunakan ban Sailun Turismo Comfort CS21 berukuran 165/65 R15. Ban tersebut dinilai membantu meredam suara, menawarkan cengkeraman kuat, dan mendukung respons kemudi yang meyakinkan.
Dimensi Dekat dengan Honda N-BOX
Dari sisi penampilan, Shimazaki melihat kemiripan Racco dengan Daihatsu Tanto dan Honda N-BOX. Namun, desain Racco dinilai lebih sederhana, bersih, dan menampilkan kesan dewasa tanpa banyak ornamen.
Lampu depan dan belakang dibuat ramping dengan gaya modern, sementara velg aluminiumnya memakai rancangan sederhana. Tinggi Racco nyaris setara Honda N-BOX, sedangkan jarak sumbu roda kedua model tercatat sama.
| Bagian | BYD Racco | Honda N-BOX |
|---|---|---|
| Tinggi bodi | 1.800 mm | 1.790 mm |
| Jarak sumbu roda | 2.520 mm | 2.520 mm |
Kehadiran Racco menunjukkan bahwa persaingan mobil mungil di Jepang tidak hanya bertumpu pada ukuran ringkas dan kepraktisan. Kenyamanan kabin, kestabilan pengendalian, serta perlengkapan pendukung kini menjadi aspek yang dibawa BYD untuk menantang standar kei car setempat.






