Wajah Makhachev Berdarah di Ronde Kelima, Sabuk Welter Tetap Dipertahankan

Islam Makhachev harus menghadapi tekanan keras pada ronde kelima hingga wajahnya berdarah, tetapi tetap mampu mempertahankan sabuk juara kelas welter. Ia mengalahkan Ian Garry melalui keputusan mutlak setelah pertarungan utama UFC 330 berlangsung selama lima ronde.

Garry sempat menguasai duel jarak dekat pada fase akhir dan membuat laga terasa terbuka sampai bel terakhir. Namun, Makhachev berhasil merapatkan jarak untuk membatasi serangan penantangnya serta menjaga kendali pada momen penentuan.

Kartu Juri Berpihak kepada Juara

Ketiga juri memberikan kemenangan kepada Makhachev dengan keputusan mutlak. Dua kartu skor mencatat angka 49-46, sementara satu kartu lainnya memberi nilai 49-47.

Menurut Detik Sport, selisih tersebut mencerminkan konsistensi Makhachev dalam mengumpulkan poin sepanjang pertarungan. Garry tetap memberi perlawanan melalui serangan balik dan tekanan efektif saat bertarung dalam jarak dekat.

RondePerkembangan Pertarungan
1Makhachev membuka laga dengan tendangan kaki, tendangan kepala, dan percobaan double leg takedown.
2Tendangan kepala Makhachev mendarat bersih dan menjatuhkan Garry.
3-4Garry membalas lewat kombinasi pukulan ke badan serta kepala, termasuk oblique kick ke lutut.
5Garry menekan dalam clinch hingga Makhachev berdarah, sebelum sang juara kembali merapatkan jarak.

Garry Bangkit pada Putaran Tengah

Setelah menghadapi tekanan pada dua ronde awal, Garry meningkatkan intensitas serangannya pada ronde ketiga dan keempat. Ia mengarahkan kombinasi pukulan ke badan dan kepala untuk mengganggu ritme Makhachev.

Penantang itu juga memakai oblique kick yang mengarah ke lutut lawannya. Variasi serangan tersebut membuat pertarungan tidak berjalan sepenuhnya satu arah, meski Makhachev unggul dalam penilaian juri.

Perlawanan Garry mencapai titik paling menonjol pada ronde penutup. Dalam clinch, pukulan jarak dekatnya sempat membuat wajah Makhachev berdarah dan memberi ujian besar bagi sang pemegang sabuk.

Makhachev tidak membiarkan tekanan itu berkembang menjadi perubahan hasil pertandingan. Ia memilih kembali merapatkan jarak untuk meredam ruang gerak Garry hingga pertarungan berakhir.

Awal Laga Menjadi Modal Makhachev

Makhachev mengambil inisiatif sejak ronde pertama melalui dua tendangan kaki dan satu tendangan ke kepala. Ia kemudian berusaha membawa Garry ke bawah dengan double leg takedown.

Garry mampu bertahan ketika punggungnya berada dekat jaring arena. Pertahanan tersebut membuat Makhachev belum dapat mengakhiri pertarungan secara cepat pada ronde pembuka.

Keunggulan Makhachev semakin terlihat pada ronde kedua ketika tendangan kepalanya mengenai sasaran dengan bersih. Garry terjatuh akibat serangan itu, yang menjadi salah satu momen penting dalam pertarungan lima ronde tersebut.

Duel berlangsung di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Amerika Serikat, pada Minggu (16/8) pagi WIB. Hasil ini menegaskan ketahanan Makhachev sebagai juara kelas welter, sementara Garry tetap menunjukkan ancaman hingga ronde terakhir.

Baca Juga