
Komnas HAM Pemulihan Aktivis KontraS hingga 2 Tahun
koranindonesia.id – Pemulihan Aktivis KontraS: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menjelaskan kondisi terbaru aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Lembaga ini menyoroti proses pemulihan luka bakar yang cukup panjang.
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan, Saurlin P Siagian, menyampaikan perkembangan tersebut kepada media.
Ia menyebut tim medis fokus pada pemulihan awal selama enam bulan ke depan.
Namun, dokter memperkirakan proses operasi dan pemulihan penuh berlangsung lebih lama.
Masa pemulihan total diperkirakan mencapai enam bulan hingga dua tahun.
“Baca Juga: Israel Klaim Tewaskan Komandan AL IRGC Iran“
Komnas HAM memperoleh informasi setelah bertemu pimpinan dan tim dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Pertemuan itu berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026.
Selain itu, tim dokter memberikan penjelasan lengkap tentang kondisi pasien.
Mereka juga menjelaskan rencana tindakan medis yang akan dilakukan.
Saat ini, Andrie Yunus menjalani perawatan intensif di RSCM.
Tim dokter spesialis terus memantau perkembangan kondisi korban setiap hari.
Komnas HAM mengumpulkan data terkait penyebab luka yang dialami korban.
Hasilnya menunjukkan pelaku menggunakan zat kimia asam kuat.
Zat tersebut menyebabkan luka bakar serius pada tubuh Andrie Yunus.
Akibatnya, korban membutuhkan perawatan medis jangka panjang.
Selain itu, kondisi ini juga memerlukan beberapa tahap operasi lanjutan.
Tim dokter akan menyesuaikan tindakan berdasarkan perkembangan luka.
Komnas HAM juga memastikan dukungan pembiayaan selama perawatan berlangsung.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban menanggung seluruh biaya medis korban.
Saurlin menegaskan informasi tersebut berdasarkan konfirmasi resmi yang diterima.
Dengan demikian, korban dapat fokus menjalani proses pemulihan tanpa beban biaya.
Selain itu, dukungan ini membantu mempercepat penanganan medis yang dibutuhkan.
Negara menunjukkan peran aktif dalam melindungi korban kekerasan.
Tim medis memprioritaskan penanganan awal selama enam bulan pertama.
Pada tahap ini, dokter berusaha menstabilkan kondisi luka korban.
Selanjutnya, dokter akan melakukan evaluasi untuk menentukan tindakan lanjutan.
Proses ini mencakup operasi tambahan dan terapi pemulihan.
Dengan perawatan intensif, tim medis berharap kondisi korban terus membaik.
Namun, pemulihan penuh tetap membutuhkan waktu panjang dan penanganan bertahap.
“Baca Juga: Tes HPV Mandiri: Cara Mudah Deteksi Kanker Serviks“