
Pelaku Penembakan Hansip di Cakung Akui Tindakan Khilaf
koranindonesia.id – Polisi berhasil menangkap dua pria bernama Pam Saputra dan Romaja alias Roma.
Keduanya merupakan pelaku penembakan yang menewaskan seorang hansip di kawasan Cakung, Jakarta Timur.
Penangkapan ini menjadi akhir dari pelarian mereka setelah beberapa waktu buron.
Kedua pelaku mengaku khilaf atas tindakan keji yang merenggut nyawa korban.
Saat konferensi pers di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, mereka tampak tertunduk lesu.
Keduanya mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan berbicara singkat kepada media.
“Baca Juga: Komisi Yudisial Telusuri Kebakaran Rumah Hakim PN Medan“
Dalam keterangannya, Pam Saputra mengaku menembak korban tanpa sengaja.
Ia mengatakan, kejadian itu terjadi begitu cepat hingga sulit dikendalikan.
“Alasan nembak, nggak sengaja,” ujar Pam dengan nada menyesal.
Sementara itu, rekannya Romaja mengaku menembak korban sebanyak dua kali.
Ia menyatakan dirinya khilaf dan tidak berniat membunuh korban.
“Khilaf, dua kali nembak,” kata Romaja singkat saat dihadirkan ke publik.
Keduanya juga menyampaikan rasa penyesalan atas tindakan mereka.
Mereka mengakui bahwa hasil kejahatan berupa motor curian akan dijual.
“Duit hasil kejahatan buat kebutuhan sehari-hari,” ujar Pam menambahkan.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menjelaskan motif kejahatan tersebut.
Ia menyebut kedua pelaku ingin mencuri kendaraan bermotor untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Berdasarkan keterangan pelaku, mereka mencuri untuk mendapatkan kendaraan bermotor,” ujar Iman.
Ia juga menyebut penyidik terus menelusuri kemungkinan adanya jaringan sindikat di balik aksi itu.
Menurutnya, penyidik sudah mengembangkan pemeriksaan terhadap beberapa orang terkait.
“Kami masih melakukan pengembangan untuk memastikan ada tidaknya sindikat,” tambahnya.
Peristiwa penembakan terjadi pada Sabtu, 8 November 2025, di Kampung Baru, Jalan Pelajar, Kelurahan Cakung Barat, Jakarta Timur.
Korban saat itu sedang bertugas menjaga lingkungan sekitar.
Kedua pelaku datang dengan niat mencuri motor yang terparkir di area tersebut.
Ketika korban mencoba menghentikan mereka, salah satu pelaku menodongkan senjata api.
Situasi berubah tegang dan pelaku melepaskan tembakan yang mengenai korban.
Setelah kejadian itu, keduanya melarikan diri sambil membawa motor hasil curian.
Kombes Iman menegaskan bahwa penyidik terus mengembangkan kasus ini.
Ia memastikan polisi akan menelusuri asal senjata yang digunakan pelaku.
Penyidik juga memeriksa kemungkinan pelaku terlibat dalam kasus serupa di wilayah lain.
Polisi berharap masyarakat memberikan informasi tambahan jika mengetahui aktivitas mencurigakan.
Langkah ini penting agar aparat bisa mencegah kejahatan serupa di masa depan.
Iman menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan bersenjata di Jakarta.
Baik Pam maupun Romaja mengaku sangat menyesal atas perbuatannya.
Keduanya menyadari bahwa tindakan mereka telah merenggut nyawa orang tidak bersalah.
Pam menyatakan, ia tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.
Sementara Romaja mengatakan, ia ingin bertanggung jawab atas perbuatannya.
Keduanya kini mendekam di tahanan Polda Metro Jaya sambil menunggu proses hukum.
Penyidik terus melengkapi berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan.
Polisi menegaskan kasus ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak menggunakan kekerasan untuk mencari keuntungan.
“Baca Juga: Kejari Selidiki Dugaan Korupsi Mesin Jahit di Jakarta Timur“