
Musala Ponpes Sidoarjo Roboh, 1 Santri Tewas 79 Terluka
koranindonesia.id – Polisi menyampaikan data terbaru terkait ambruknya musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Julest Abraham Abas, menyatakan satu korban meninggal dunia. Ia menjelaskan informasi itu diperoleh dari Rumah Sakit Siti Hajar.
Julest Abraham belum mengungkap identitas korban. Namun ia menegaskan bahwa aparat terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan keluarga santri.
“Baca Juga: Penculikan Habib Husain: Polisi Selidiki Kasus & Dugaannya“
Selain korban meninggal, polisi mencatat 79 orang mengalami luka-luka akibat runtuhnya bangunan musala. Sebanyak 45 korban dirawat di Rumah Sakit Siti Hajar. Sementara itu, 34 korban lain ditangani di RSUD Sidoarjo.
Julest menekankan bahwa pendataan korban terus dilakukan. Polisi bekerja sama dengan tenaga medis agar proses penanganan berjalan cepat dan tertib.
Sebelumnya, evakuasi korban masih berlangsung di Desa Buduran, Sidoarjo. Aparat kepolisian, BPBD, dan relawan dikerahkan ke lokasi kejadian. Proses evakuasi membutuhkan waktu lama karena reruntuhan berupa cor beton cukup berat.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menyebut pihaknya sudah mendatangkan empat unit alat berat. Namun penggunaan alat tersebut tetap disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Ia menambahkan bahwa petugas tetap berhati-hati karena dikhawatirkan masih ada santri tertimbun reruntuhan.
Hingga pukul 19.02 WIB, proses evakuasi sempat terhenti. Reruntuhan musala berupa cor beton membuat alat berat sulit bergerak cepat. Petugas harus memastikan keselamatan tim penyelamat sebelum melanjutkan evakuasi.
Situasi di lokasi cukup ramai karena banyak keluarga santri menunggu kabar. Aparat mengatur kerumunan agar jalannya evakuasi tidak terganggu.
Bupati Subandi menegaskan pemerintah daerah terus mendukung proses penanganan. Ia menurunkan tenaga kesehatan tambahan dan menyediakan logistik bagi korban serta keluarga. Subandi meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kepada aparat.
Ia menegaskan bahwa keselamatan santri dan petugas menjadi prioritas utama. Pemerintah juga berkoordinasi dengan pihak pesantren untuk menyiapkan tempat sementara bagi santri yang terdampak.
Tragedi ambruknya musala di Ponpes Al-Khoziny menimbulkan duka mendalam. Satu santri meninggal dan puluhan lainnya luka-luka. Evakuasi masih berlangsung dengan melibatkan aparat, BPBD, serta alat berat.
Pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan tim medis terus berkoordinasi untuk menyelamatkan korban dan memberi pertolongan cepat. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap kondisi bangunan di lingkungan pendidikan.
“Baca Juga: Kejagung Proses Kasus Pembobolan Rekening Dormant BNI“