
Penculikan Habib Husain Polisi Selidiki Kasus & Dugaannya
koranindonesia.id – Polres Metro Tangerang Kota menerima laporan hilangnya seorang anak bernama Habib Husain Alvaro berusia 10 tahun.
Habib diduga hilang diculik oleh seseorang yang mengenakan kostum badut.
Peristiwa ini terjadi di kawasan Jalan Kali Pasir Indah, Kota Tangerang, Banten pada Senin dini hari, 15 September 2025.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menyampaikan perkembangan kasus tersebut.
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti laporan keluarga korban dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Baca Juga: Industri ICT Deklarasi Dukung Akselerasi Digital Nasional“
Jauhari menuturkan bahwa penyidik sedang mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses penyelidikan serta memastikan jalannya investigasi tetap profesional.
“Petugas terus mengumpulkan alat bukti dan memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap kasus ini secara prosedur,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kepolisian akan memberi perhatian khusus terhadap penanganan kasus tersebut.
Menurutnya, hilangnya anak di bawah umur perlu ditangani serius karena menyangkut keselamatan jiwa.
“Kasus ini akan kami atensikan sepenuhnya,” tegas Jauhari.
Berdasarkan keterangan keluarga, Habib belum kembali ke rumah sejak 15 September dini hari.
Ia merupakan anak dari Iswanto Bastian, seorang sopir perusahaan swasta yang tinggal di Jalan Perintis 1, Sukasari, Kota Tangerang.
Keluarga resmi melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Tangerang Kota pada Jumat, 19 September 2025.
Kerabat keluarga korban, Achmad Wildan, mengungkapkan bahwa seorang saksi sempat melihat keberadaan Habib.
Saksi melihat Habib berada di sekitar pinggir Kali Cisadane, tepatnya di Jalan Kali Pasir Indah.
Kesaksian itu menyebut bahwa korban terakhir kali terlihat bersama orang berpakaian badut sekitar pukul 01.00 WIB.
Wildan menjelaskan bahwa saksi merupakan tetangga korban sekaligus teman sepermainan Habib.
Menurut pengakuan saksi, Habib bersama orang berpakaian badut terlihat pada malam kejadian.
“Terakhir memang benar terlihat bersama orang berpakaian badut sekitar pukul 01.00 WIB,” jelas Wildan.
Ia juga menambahkan bahwa sebelum hilang, Habib sempat bermain dengan teman-temannya di sekitar rumah.
Peristiwa itu menambah kekhawatiran keluarga karena hingga kini korban sudah 13 hari tidak kembali.
Keluarga berharap penyelidikan bisa segera menemukan titik terang.
Mereka meminta semua pihak membantu memberikan informasi jika melihat keberadaan Habib.
Wildan menyebut keluarga masih menunggu kabar lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait perkembangan kasus.
Sementara itu, Kapolres menegaskan bahwa tim kepolisian bekerja secara menyeluruh.
Mereka terus menelusuri berbagai keterangan saksi serta mengumpulkan bukti di lapangan.
Dengan langkah itu, aparat berharap dapat menemukan keberadaan Habib dan mengungkap pelaku penculikan.
Kasus ini memicu perhatian luas masyarakat Kota Tangerang.
Banyak warga merasa cemas karena modus penculikan dengan menyamar sebagai badut jarang terjadi.
Situasi tersebut menambah kekhawatiran para orang tua yang memiliki anak seusia korban.
Selain itu, kasus ini juga menegaskan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak.
Warga diharapkan lebih berhati-hati, terutama saat anak bermain di luar rumah pada malam hari.
“Baca Juga: Tandyo Budi Revita Tekankan Sportivitas di Kejuaraan TNI“