Motor Seragam Menguji Mental, AHRS Membuka Jalan Pebalap Muda ke Dunia

Di kelas Astra Honda Racing School pada Astra Honda Dream Cup 2026, pebalap muda tidak memiliki ruang untuk mengandalkan keunggulan mesin. Seluruh peserta memakai Honda NSF 100 dengan spesifikasi seragam, sehingga kemampuan menjaga ritme, keberanian, dan ketepatan mengambil keputusan menjadi pembeda.

Format tersebut menjadikan kelas AHRS sebagai ujian penting bagi pebalap belia sebelum mengejar persaingan yang lebih tinggi. Balapan ini bukan sekadar mencari podium, melainkan membangun fondasi kompetitif sejak tahap pembinaan awal.

Podium Purwokerto Jadi Tolok Ukur Awal

Seri kedua AHDC 2026 digelar di Sirkuit GOR Satria, Purwokerto, dengan 14 pebalap turun pada kelas AHRS. Mereka menuntaskan perlombaan sepanjang 12 lap menggunakan motor balap yang sama.

Clevan Louis Valera menjadi pemenang pada seri tersebut. Rafif Sadya Baehaqi finis di posisi kedua, sedangkan Gandewo Abimanyu melengkapi podium ketiga.

PosisiPebalapHasil Seri Kedua AHDC 2026
1Clevan Louis ValeraPemenang
2Rafif Sadya BaehaqiPodium kedua
3Gandewo AbimanyuPodium ketiga

Keseragaman motor membuat hasil akhir tidak dapat ditentukan oleh perangkat teknis yang lebih unggul. Setiap pebalap perlu mempertahankan kecepatan sekaligus tampil konsisten selama balapan berlangsung.

Pesan untuk Tidak Cepat Puas

Persaingan di Purwokerto turut disaksikan Gerry Salim, pebalap binaan Astra Honda Racing Team yang merupakan lulusan AHRS. Kehadirannya menunjukkan bahwa perkembangan peserta muda dalam kelas ini mendapat perhatian dari jalur pembinaan balap Honda.

Menurut Kompas.com, Gerry mengingatkan para peraih podium agar tidak berhenti pada hasil yang telah dicapai di AHDC. Ia menilai podium di kelas tersebut baru merupakan langkah awal dalam perjalanan karier balap.

“Selamat buat para pemenang di kelas Astra Honda Racing School ini. Ada Gandewo, Rafif, dan Valera,” ujar Gerry saat ditemui di Purwokerto, Minggu (16/8/2026).

Gerry kemudian menekankan pentingnya menjaga ambisi setelah meraih hasil baik. “Tentunya, ini baru awal, jangan cepat puas. Biar bisa menyusul kayak (Kiandra) Ramadhipa dan Veda (Ega Pratama),” katanya.

Jalur Menuju Kompetisi Internasional

Program Astra Honda Racing School merupakan bagian dari pembinaan pebalap muda yang dijalankan PT Astra Honda Motor. Sejumlah alumninya telah melanjutkan karier ke berbagai kejuaraan balap di luar negeri.

Nama-nama yang pernah mengikuti program tersebut antara lain Dimas Ekky Pratama, Gerry Salim, Andi Gilang, Mario Aji, Kiandra Ramadhipa, dan Veda Ega Pratama. Mereka pernah berkiprah di Asia Road Racing Championship, Thailand Talent Cup, Asia Talent Cup, Red Bull Rookies Cup, FIM Moto3 Junior World Championship, serta kelas Moto3 dan Moto2.

Dengan motor dan lintasan yang setara, AHRS memberi kesempatan bagi pebalap muda untuk membuktikan kapasitasnya secara langsung di arena balap. Hasil seri di Purwokerto menjadi salah satu ukuran awal sebelum mereka menempuh jenjang kompetisi berikutnya.

Baca Juga