Menahan ruang kosong dengan berdiri sambil menunggu mobil datang dinilai dapat memicu konflik di area parkir. Praktik ini dianggap tidak tepat secara etika karena kendaraan yang akan menggunakan slot tersebut belum berada di lokasi.
Ketua Umum Indonesia Parking Association (IPA) Rio Octaviano menilai persoalan utama muncul ketika ruang parkir ditahan terlalu lama. Menurutnya, pengguna lain yang sudah berada di area parkir dapat kehilangan kesempatan memakai slot yang sebenarnya masih kosong.
Rio menjelaskan bahwa seseorang masih dapat menimbulkan persoalan bila berdiri di sebuah slot selama lebih dari satu atau dua menit. Waktu tunggu itu menjadi masalah terutama ketika mobil yang dituju belum masuk ke lot parkir.
“Yang kurang baik adalah, misalnya (mobil) dia belum masuk lot parkir, tapi sudah ada satu orang yang, misalnya dia nelpon temannya di dalam infoin ada parkiran di lantai B2, terus dia standby di situ, nah itu membutuhkan waktu, lebih dari 1 menit atau 2 menit,” kata Rio kepada oto.detik.com.
Ia menegaskan, belum ada aturan tertulis yang secara khusus mengatur praktik penandaan ruang kosong tersebut. Namun, ketiadaan aturan tidak serta-merta menjadikan tindakan menahan slot sebagai kebiasaan yang dapat dibenarkan.
Perselisihan Berawal dari Slot yang Dianggap Kosong
Perbincangan mengenai tag slot parkir mencuat setelah rekaman cekcok di area parkir beredar di Threads. Seorang pengendara mendatangi lokasi yang disebut masih kosong oleh petugas, tetapi menemukan seorang perempuan telah berdiri di dalam slot itu.
Perempuan tersebut disebut sedang menandai tempat untuk kendaraan yang belum tiba. Kejadian ini memperlihatkan adanya perbedaan pandangan soal pihak yang berhak menggunakan ruang parkir kosong.
Pengendara yang menemukan slot itu pada akhirnya memilih mengalah. Akan tetapi, ketegangan tidak berhenti setelah salah satu pihak meninggalkan tempat tersebut.
Pasangan suami-istri yang menandai ruang parkir itu disebut kemudian menunggu pengunggah rekaman di dalam area parkir. Pertemuan berikutnya justru berujung pada keributan yang ramai dibicarakan.
Informasi Petugas Bisa Berubah Cepat
Keberadaan petugas parkir menjadi penting karena informasi mengenai slot kosong dapat berubah dalam waktu singkat. Pengendara yang telah diarahkan ke satu lokasi berpotensi menghadapi situasi tidak nyaman ketika tempat itu sudah ditahan orang lain.
Dalam kondisi tersebut, mobil yang hendak memakai slot belum tentu sudah berada di lot parkir. Sementara itu, pengguna lain telah tiba dan siap memarkir kendaraannya pada ruang yang sama.
Perbedaan situasi inilah yang membuat etika parkir diperlukan sebagai pedoman bersama. Menahan ruang tanpa kendaraan dapat mengganggu kelancaran pengguna lain, khususnya ketika area parkir terbatas.
Menghindari Emosi Saat Terjadi Friksi
Rio menyarankan pengguna parkir menghindari situasi yang berpotensi menimbulkan friksi. Ia menilai setiap orang dapat memiliki ukuran adab yang berbeda, sehingga tindakan yang mengganggu pengguna lain sebaiknya tidak dilakukan.
“Kalau misalnya memang ada kejadian yang memang berpotensi menunjukkan friksi lebih baik dihindari,” ujar Rio. Pengendalian emosi menjadi penting karena sengketa kecil mengenai ruang parkir dapat berkembang menjadi perselisihan yang lebih besar.
Penilaian dari Indonesia Parking Association menunjukkan bahwa ruang kosong sebaiknya digunakan oleh kendaraan yang telah berada di area parkir. Menandai slot dengan berdiri dalam waktu lama, ketika mobil belum tiba, dinilai bukan praktik yang baik secara etika.






