Peluang Memen Harianto mempertahankan gelar Asia Cross Country Rally (AXCR) 2026 berakhir pada special stage terakhir. Kendala overheating pada Toyota Hilux Revo membuat pebalap Indonesia Cross Country Rally Team itu turun ke posisi keempat kelas T1G.
Gangguan tersebut terjadi ketika Memen masih memiliki peluang besar untuk menutup reli sebagai pemimpin kelas. Waktu yang hilang akibat perbaikan di lintasan tidak dapat dikejar karena SS6 menjadi putaran penentu sekaligus penutup perlombaan.
Finis Tetap Menjadi Catatan Penting
Meski gagal meraih target juara, Memen dan tim tetap menuntaskan seluruh rangkaian reli dari Leg 1 hingga Leg 6. Status finisher menjadi hasil yang dipertahankan setelah kendaraan menghadapi masalah teknis pada fase paling krusial.
Memen menegaskan penyelesaian seluruh leg tetap memiliki arti besar bagi tim di tengah tekanan yang dihadapi. “Yang paling penting, kami bisa menyelesaikan seluruh leg dari Leg 1 sampai Leg 6,” ujar Memen.
Ia mengakui hasil akhir tersebut menyisakan kekecewaan karena target awal tim adalah merebut gelar juara. Kesempatan itu hilang setelah proses penanganan masalah suhu mesin menghabiskan waktu cukup banyak di SS6.
“Target kami tentu saja juara. Jadi saya pasti kecewa karena kesempatan itu akhirnya hilang akibat masalah overheating dan waktu yang terbuang,” kata Memen. Namun, ia tetap menilai perjuangan hingga garis finis sebagai bagian penting dari karakter reli jarak jauh.
Sempat Memimpin Kelas T1G
Sebelum gangguan mekanis muncul, Memen sempat memimpin persaingan di kelas T1G. Detik Sport melaporkan posisi tersebut menunjukkan performa tim tetap kompetitif sepanjang reli sebelum kendala daya tahan kendaraan menghambat laju mereka.
Masalah overheating muncul pada Sabtu (15/8) dan memaksa tim melakukan perbaikan langsung di dalam special stage. Kondisi itu membuat catatan waktu Memen tertinggal dari para pesaing pada saat kesempatan untuk melakukan pemulihan semakin terbatas.
“Di SS6 memang kami mengalami overheating dan harus melakukan perbaikan terlebih dahulu di dalam SS. Itu membuat waktu kami terbuang cukup banyak,” ujar Memen.
Menurutnya, tanpa kendala tersebut tim masih berpeluang mempertahankan posisi pertama T1G sampai akhir perlombaan. Ia menyebut reli selalu menyimpan risiko teknis yang dapat mengubah hasil dalam waktu singkat.
“Kalau tidak ada masalah tersebut, tentunya kami masih memiliki peluang untuk mempertahankan posisi pertama T1G sampai akhir. Tetapi inilah rally,” kata Memen.
Evaluasi Daya Tahan Kendaraan
Overheating pada tahap terakhir kini menjadi bahan evaluasi utama bagi tim untuk menghadapi perlombaan berikutnya. Fokus pembenahan diarahkan pada reliabilitas kendaraan agar mampu menghadapi reli jarak jauh dengan kondisi yang menuntut.
Memen menilai kegagalan mempertahankan posisi teratas tidak menghapus arti perjuangan tim yang tetap menyelesaikan SS6. “Yang paling penting buat saya, kami tidak menyerah dan tetap menyelesaikan SS6 sampai finish,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada sponsor dan partner yang mendukung perjalanan tim selama AXCR 2026. Permohonan maaf turut disampaikan kepada pendukung yang berharap hasil terbaik Indonesia di kelas T1G.
“Kami akan evaluasi semuanya. Masalah di SS6 ini menjadi pelajaran yang sangat berharga,” ujar Memen.
Tim akan kembali menyiapkan diri dengan persiapan yang lebih baik setelah hasil posisi keempat tersebut. Evaluasi pada Toyota Hilux Revo menjadi bagian penting dari upaya menjaga konsistensi performa hingga tahap terakhir reli.






