Manchester City menerima peringatan keras menjelang dimulainya Premier League setelah kalah 0-3 dari Arsenal pada Community Shield. Enzo Maresca mengakui timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama dalam meningkatkan efektivitas serangan.
Kekalahan telak itu terjadi ketika City lebih banyak menguasai bola, tetapi gagal mengubah dominasi tersebut menjadi ancaman berbahaya. Arsenal justru tampil lebih efisien dengan membatasi ruang permainan lawan dan memanfaatkan momen serangan cepat.
Maresca Tidak Panik
Maresca menilai hasil ini belum mencerminkan kekuatan akhir timnya untuk musim baru. Pelatih Manchester City itu memilih melihat pertandingan sebagai bahan evaluasi sebelum kompetisi liga bergulir.
Menurut Maresca, City sempat memberikan respons positif setelah tertinggal gol cepat. Timnya disebut mampu menciptakan tiga atau empat peluang untuk menyamakan kedudukan sebelum kesalahan terjadi menjelang gol kedua Arsenal.
“Setelah gol pertama itu saya cukup senang karena kami tak terancam apapun lagi, dan kami menciptakan tiga atau empat peluang untuk menyeimbangkan laga. Tapi sayangnya kami kebobolan gol kedua dan ada kesalahan di sana, tapi ya ini baru awal musim,” ujar Maresca kepada BBC Radio 5 Live.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Maresca menyoroti detail permainan, bukan semata hasil akhir 0-3. City dinilainya perlu memperbaiki sejumlah aspek meski musim kompetisi baru akan dimulai.
Arsenal Menang Efektif
Arsenal membuka keunggulan lebih awal melalui Riccardo Calafiori di Principality Stadium pada Minggu (16/7/2026) malam WIB. Gol cepat itu mengubah situasi laga dan memaksa City mengejar ketertinggalan sejak fase awal pertandingan.
| Peristiwa | Pencetak Gol | Tim |
|---|---|---|
| Gol cepat | Riccardo Calafiori | Arsenal |
| Menit ke-28 | Kai Havertz | Arsenal |
| Menit ke-48 | Martin Odegaard | Arsenal |
Kai Havertz menggandakan keunggulan Arsenal pada menit ke-28. City pun memasuki jeda pertandingan dalam posisi tertinggal dua gol.
Martin Odegaard kemudian memastikan kemenangan Arsenal melalui gol pada menit ke-48. Gol itu menutup peluang City untuk bangkit sekaligus mengunci skor akhir 3-0.
Keunggulan penguasaan bola tidak cukup membantu Manchester City keluar dari tekanan hasil. Arsenal mampu menjaga lawannya tetap jauh dari peluang yang benar-benar membahayakan pertahanan.
Fokus Beralih ke Premier League
Setelah Community Shield, perhatian City kini beralih ke Premier League yang akan dimulai pada pekan berikutnya. Maresca meminta timnya segera mengarahkan energi pada tantangan kompetisi tersebut.
“Lalu dari Minggu berikutnya kami memulai Premier League dan fokusnya harus ke sana. Kami punya banyak pekerjaan rumah,” kata Maresca.
Pelatih asal Italia itu menegaskan perbaikan tidak hanya dibutuhkan setelah kekalahan. Menurutnya, kemenangan pun selalu menyisakan bagian permainan yang masih dapat ditingkatkan.
“Musim baru dimulai jadi ada banyak hal yang harus kami lakukan dengan lebih baik. Tapi bahkan saat kami menang pun ada berbagai hal yang kami perlu lakukan dengan lebih sip,” ujarnya.
Hasil melawan Arsenal menjadi penanda bahwa penguasaan bola saja belum menjamin kendali pertandingan bagi City. Tugas Maresca berikutnya adalah meningkatkan ketajaman dan mengurangi kesalahan sebelum laga-laga Premier League dimulai.






