
Ledakan di Pasuruan Diduga Bom Ikan, 1 Korban Kritis
koranindonesia.id – Ledakan di Pasuruan Diduga Bom Ikan: Ledakan keras mengguncang sebuah rumah di Desa Sanganom, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur pada Senin siang, 7 Juli 2025.
Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Jawa Timur langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka menyisir area ledakan mulai dari halaman rumah, bangunan utama, hingga lahan di sekitarnya.
Tim Jibom meneliti setiap sudut dengan cermat untuk mencari sisa-sisa bahan yang bisa memicu ledakan.
“Baca Juga: Gempuran Israel ke Gaza Tewaskan 61 Orang di Upaya Gencatan“
Pihak kepolisian menyebut bahwa penyebab ledakan kuat diduga berasal dari bom ikan atau bondet yang dirakit oleh penghuni rumah sendiri.
“Dugaan kuat sumber ledakan berasal dari bondet atau bom ikan,” ujar Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, Iptu Choirul Mustofa, Senin sore.
Ledakan ini mengakibatkan kerusakan berat di bagian depan rumah. Beberapa atap bangunan ambruk dan serpihan puing bertebaran hingga ke rumah tetangga.
Rumah tersebut milik Saiful Rizal (35), seorang teknisi servis ponsel. Saat ledakan terjadi, Saiful tengah berada di dalam rumah. Ia tertimpa reruntuhan dan mengalami luka bakar serius.
Warga sekitar langsung mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Grati. Namun karena kondisinya memburuk, tim medis merujuknya ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Dokter menyatakan bahwa luka bakar yang dialami Saiful mencapai 80 persen. Hingga Senin malam, kondisinya masih dinyatakan kritis dan dalam pengawasan intensif.
Dentuman keras dari ledakan mengejutkan warga sekitar. Banyak orang berhamburan keluar rumah karena mengira terjadi gempa atau kebakaran besar.
Warga mengaku mendengar suara seperti ledakan petasan besar disertai getaran dari arah rumah korban. Tak ada korban jiwa lain dalam insiden ini, namun beberapa rumah sekitar mengalami keretakan kecil.
Petugas kini telah memasang garis polisi dan melarang warga mendekat ke lokasi kejadian.
Polisi terus mendalami motif dan aktivitas korban sebelum kejadian. Saat ini penyelidikan difokuskan pada analisis bahan yang menyebabkan ledakan.
Tim dari Laboratorium Forensik Polda Jatim akan memeriksa sisa bahan peledak yang ditemukan di lokasi.
Hasil analisis forensik akan menjadi dasar penanganan hukum lebih lanjut terhadap kasus ini. Pihak kepolisian juga akan menelusuri asal bahan-bahan yang digunakan dalam perakitan bom ikan tersebut.
Bom ikan atau bondet adalah alat peledak yang biasa digunakan secara ilegal untuk menangkap ikan. Praktik ini berbahaya karena bisa melukai pengguna dan merusak lingkungan laut.
Meski penggunaannya dilarang, kasus perakitan bom ikan masih sering ditemukan, terutama di daerah pesisir.
Insiden di Pasuruan ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap bahan peledak non-militer yang berpotensi disalahgunakan oleh masyarakat.
Kapolres Pasuruan Kota mengimbau masyarakat agar segera melapor jika mengetahui ada aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Petugas akan terus menyelidiki kasus ini hingga tuntas. Tujuannya adalah mencegah insiden serupa terjadi kembali di masa mendatang.
“Baca Juga: Banjir di Cawang Bikin Jalan Macet dan Kendaraan Mogok“