
Kim Keon Hee Dari Ibu Negara ke Tersangka Korupsi
koranindonesia.id – Kim Keon Hee: istri mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, ditangkap pada Selasa malam, 13 Agustus 2025. Penangkapannya terkait tuduhan korupsi yang mencakup penipuan saham, penyuapan, dan perdagangan pengaruh ilegal.
Penahanan ini menjadi pukulan besar bagi mantan ibu negara yang dikenal anggun, namun sering terlibat kontroversi selama karier publiknya.
“Baca Juga: KPK Periksa Wali Kota Padangsidimpuan dalam Kasus Jalan“
Kim Keon Hee lahir di Yangpyeong pada 2 September 1972. Ia menikah dengan Yoon Suk Yeol pada 2012, yang usianya 12 tahun lebih tua.
Kim menempuh pendidikan di Myungil Girls’ High School dan meraih gelar seni dari Universitas Kyonggi. Ia pernah menjabat sebagai CEO perusahaan seni dan pameran.
Kim menghadapi tuduhan memalsukan riwayat akademis dan pengalaman kerja. Ia mengakui mencantumkan informasi yang dilebih-lebihkan dalam lamaran mengajar di universitas.
Pada 2021, Kim meminta maaf kepada publik dan menyebut hal itu sebagai “kelebihan penulisan” karena ambisi pribadi. Ia membantah memiliki niat penipuan untuk keuntungan besar.
Selain itu, ia juga diduga memalsukan klaim pengalaman kerja di sejumlah media dan institusi. Tuduhan tersebut memicu kemarahan publik dan menurunkan popularitasnya di dalam negeri.
Setelah Yoon terpilih menjadi presiden pada 2022, Kim langsung mencuri perhatian publik. Penampilannya yang awet muda membuat media menjulukinya “Madam Kim”.
Namun, citra positif itu terguncang oleh serangkaian skandal, termasuk dugaan manipulasi saham, plagiarisme, dan penerimaan hadiah mewah. Isu tersebut kerap muncul selama masa kampanye dan masa jabatan Yoon.
Jaksa menuduh Kim menerima perhiasan mewah, termasuk liontin Van Cleef seharga 60 juta won saat menghadiri KTT NATO 2022. Barang itu tidak dilaporkan dalam catatan keuangan resmi sebagaimana diwajibkan undang-undang.
Kim juga diduga menerima dua tas Chanel senilai 20 juta won dan kalung berlian dari kelompok agama. Jaksa menilai hadiah itu sebagai suap untuk mempengaruhi kebijakan demi keuntungan bisnis pihak pemberi.
Jaksa meminta penahanan Kim karena risiko penghilangan barang bukti dan potensi mengganggu penyelidikan. Pengadilan Seoul mengabulkan permintaan tersebut dan mengeluarkan surat penangkapan.
Pada Rabu, 14 Agustus 2025, Kim memulai hari pertamanya di Pusat Penahanan Nambu Seoul. Fasilitas itu terletak di tepi barat ibu kota Korea Selatan.
Pengacaranya belum memberikan komentar terbaru, namun sebelumnya membantah semua tuduhan dan menyebut laporan media sebagai spekulasi tak berdasar.
Kim Keon Hee menjadi satu-satunya mantan ibu negara Korea Selatan yang pernah ditangkap. Kasus ini menambah daftar panjang skandal politik di negara tersebut.
Suaminya, Yoon Suk Yeol, telah lebih dulu dipenjara pada April 2025. Ia digulingkan dari jabatannya setelah gagal memberlakukan darurat militer pada Desember 2024.
Penahanan Kim memperburuk citra keluarga Yoon di mata publik. Banyak warga menganggap kasus ini sebagai bukti bahwa kekuasaan tidak kebal hukum.
Pengamat politik menilai kasus ini bisa memengaruhi dinamika partai oposisi dan pendukung Yoon. Media internasional juga memberi sorotan besar, terutama pada kontras antara penampilan publik Kim dan tuduhan kriminal yang dihadapinya.
“Baca Juga: One Piece Menjelang HUT RI & Komnas HAM Ungkap Nilai HAM“