
Kakek Tewas Terseret Banjir Usai Tembok Longsor di Puncak
koranindonesia.id – Peristiwa tragis terjadi di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (4/8/2025). Seorang pria lanjut usia bernama Dani (75) meninggal dunia usai terseret banjir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam, menjelaskan kronologi kejadian. Menurutnya, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Korban baru saja tiba di rumahnya setelah melakukan perjalanan dari Jakarta. Tak lama setelah beristirahat, hujan lebat mulai turun dan kondisi cuaca memburuk secara cepat.
Melihat air mulai naik, Dani dan anaknya, Wanto, memutuskan untuk keluar rumah dan menyelamatkan diri ke kontrakan yang lebih aman.
“Baca Juga: Trump Kerahkan Kapal Selam, Siap Hadapi Ancaman Nuklir“
Ketika keduanya berjalan keluar rumah, tiba-tiba arus deras datang dari arah jalan di bagian atas. Tak hanya air, longsoran material dari Tembok Penahan Tanah (TPT) juga menghantam mereka.
Longsoran itu membuat mereka kehilangan keseimbangan. Wanto berhasil melepaskan diri dari arus dan menyelamatkan diri dengan luka ringan di kaki kanan.
Namun nahas, Dani tidak sempat menyelamatkan diri. Ia terbawa arus deras menuju anak sungai yang berada di bawah permukiman warga.
Tim pencarian langsung menyisir jalur aliran air yang mengarah ke anak sungai. Setelah beberapa waktu, tim berhasil menemukan tubuh Dani sejauh dua kilometer dari titik awal kejadian.
Saat ditemukan, kondisi Dani sudah tidak bernyawa. Tubuhnya tersangkut di bebatuan di dekat aliran sungai kecil.
BPBD memastikan bahwa korban ditemukan oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas dan warga sekitar.
Setelah kejadian, Wanto langsung mendapat pertolongan dari warga sekitar. Ia mengalami luka ringan pada bagian kaki kanan akibat benturan saat mencoba menyelamatkan diri.
Keluarga memutuskan untuk menangani luka Wanto secara mandiri tanpa dirujuk ke rumah sakit. BPBD menyatakan bahwa penanganan terhadap korban luka sudah selesai dilakukan oleh pihak keluarga.
M. Adam menegaskan bahwa seluruh proses evakuasi sudah ditangani dan pihaknya mengimbau warga lebih waspada di musim hujan ini.
BPBD Kabupaten Bogor mengingatkan warga untuk tidak menyepelekan hujan deras yang datang secara tiba-tiba. Banjir dan longsor bisa terjadi kapan saja, terutama di wilayah dataran tinggi seperti Megamendung.
Mereka juga menyarankan warga yang tinggal di dekat lereng atau aliran sungai untuk segera evakuasi saat hujan mulai turun dengan deras.
Langkah evakuasi mandiri memang penting, tetapi harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak terjebak dalam arus deras seperti yang menimpa Dani dan Wanto.
“Baca Juga: Willy Aditya: Bendera One Piece Bukan Simbol Terlarang“