
Pria Bersenjata di Gala Gedung Putih Didakwa
koranindonesia.id – Washington, D.C. digegerkan insiden keamanan saat acara Gala Koresponden Gedung Putih akhir pekan lalu. Aparat lalu menangkap seorang pria bersenjata yang diduga mencoba menerobos area acara.
Jaksa federal kemudian mendakwa pria itu dengan percobaan pembunuhan terhadap Presiden Donald Trump.
“Baca Juga: Arab Saudi Berduka atas Gugurnya Prajurit TNI“
Pria tersebut bernama Cole Allen, berusia 31 tahun, dan bekerja sebagai guru dari California.
Menurut penyidik, Allen membawa senapan pompa kaliber .12, pistol semi-otomatis kaliber .38, dan tiga pisau.
Petugas menangkap Allen pada Sabtu, 25 April 2026. Penangkapan terjadi setelah ia gagal memasuki lokasi acara.
Pada Senin, 27 April 2026, jaksa federal mengajukan beberapa dakwaan terhadap Allen.
Dakwaan itu meliputi percobaan pembunuhan presiden, membawa senjata antarnegara bagian, dan penggunaan senjata saat tindak kekerasan.
Sampai saat ini, Allen belum menyampaikan pembelaan di pengadilan.
Hakim Magistrat AS, Matthew Sharbaugh, memerintahkan penahanan Allen selama proses hukum berjalan.
Pengadilan menjadwalkan sidang berikutnya pada Kamis, 30 April 2026.
Sidang itu akan menilai apakah Allen layak mendapat pembebasan sebelum persidangan.
Selain itu, sidang pendahuluan dijadwalkan pada 11 Mei.
Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menegaskan bahwa Allen tidak sempat mendekati Trump.
Ia menjelaskan bahwa tersangka berada satu lantai di atas ruang pertemuan.
Selain itu, ratusan agen federal berada di antara tersangka dan presiden.
Karena itu, aparat menilai ancaman berhasil dihentikan sebelum mencapai target utama.
Saat konferensi pers, wartawan menanyakan siapa yang menembakkan peluru saat insiden.
Namun, Blanche tidak memberi jawaban rinci.
Ia mengatakan penyidik masih memeriksa bukti balistik.
Menurutnya, sekitar lima tembakan dilepaskan oleh penegak hukum saat kejadian berlangsung.
Penyidik juga menelusuri manifesto yang diduga ditulis Allen.
Dokumen itu pertama kali dipublikasikan oleh New York Post.
Dalam tulisan tersebut, Allen diduga menyatakan niat menyerang pejabat pemerintahan.
Ia juga menyebut Trump sebagai target utama.
Kasus ini kembali menyoroti ketatnya keamanan acara kenegaraan di Washington. Aparat kini melanjutkan penyelidikan sambil menunggu sidang lanjutan tersangka.
“Baca Juga: GERD dan Kecemasan Saling Berkaitan, Ini Faktanya“