
Trump Kerahkan Kapal Selam, Siap Hadapi Ancaman Nuklir
koranindonesia.id – Trump Kerahkan Kapal Selam: Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan tegas soal kesiapan nuklir. Ia menanggapi pernyataan mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, yang dianggap provokatif dan mengandung ancaman nuklir.
Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat harus selalu siap penuh menghadapi kemungkinan konfrontasi, termasuk perang nuklir.
“Baca Juga: Gaza Krisis Pangan: 1 dari 3 Warga Tak Dapat Makan“
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan menyepelekan isu senjata nuklir.
Ia menyatakan bahwa ancaman Medvedev sangat tidak pantas dan harus direspons dengan serius.
“Jika seseorang bicara soal nuklir, maka kita harus benar-benar siap,” ujar Trump kepada wartawan.
Sebagai langkah nyata, Trump mengaku telah memerintahkan pengerahan dua kapal selam nuklir ke wilayah yang menurutnya strategis.
Pengumuman itu ia sampaikan melalui platform media sosial Truth Social pada Jumat (2/8/2025).
Menurut Trump, langkah ini penting untuk menjamin keselamatan rakyat Amerika. Namun, lokasi pastinya tidak dijelaskan karena termasuk informasi militer yang sangat dirahasiakan.
Trump juga melontarkan kritik tajam terhadap Dmitry Medvedev. Ia menyebut mantan Presiden Rusia itu sebagai pemimpin yang gagal dan memperingatkannya untuk lebih berhati-hati saat berbicara.
Ia menilai pernyataan Medvedev bisa memicu ketegangan baru yang tidak diinginkan.
“Ucapan sangat penting dan bisa menimbulkan konsekuensi berbahaya,” kata Trump dalam unggahannya.
Medvedev tidak tinggal diam. Ia membalas melalui media sosial dengan nada keras dan mengingatkan soal sistem ‘Perimetr’ atau yang dikenal sebagai Dead Hand.
Sistem tersebut dirancang pada era Soviet dan diduga masih aktif di Rusia. Sistem ini memungkinkan peluncuran otomatis senjata nuklir jika kepemimpinan Rusia hancur akibat serangan.
“Biarkan dia (Trump) mengingat film favoritnya tentang orang mati berjalan, dan betapa berbahayanya Dead Hand itu,” tulis Medvedev.
Meski Rusia belum pernah secara resmi mengakui keberadaan sistem ini, banyak analis Barat yakin sistem tersebut memang nyata.
Dead Hand disebut sebagai senjata balasan terakhir, jika seluruh struktur komando Rusia lumpuh.
Sistem ini dirancang untuk memastikan Rusia tetap mampu menyerang balik, bahkan dalam kondisi paling parah sekalipun.
Hingga saat ini, Gedung Putih dan Pentagon belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Trump.
Mereka juga belum mengonfirmasi keberadaan kapal selam yang diklaim telah dikerahkan ke perairan dekat Rusia.
Namun, pernyataan Trump kembali memicu kekhawatiran soal ketegangan nuklir antara dua negara adidaya tersebut.
Ketegangan antara AS dan Rusia kembali mencuat. Retorika kedua pihak semakin tajam, dan isu nuklir kembali menghantui keamanan global.
Langkah selanjutnya akan sangat menentukan arah hubungan kedua negara. Dunia berharap, konflik ini tidak berkembang menjadi konfrontasi yang lebih besar.
“Baca Juga: Tom Holland Ungkap Kostum Baru Spider-Man di Film Terbaru“