
Jejak Kasus Jeki Murib, Pentolan KKB Tewas Ditembak
koranindonesia.id – Pasukan TNI menindak Jeki Murib dalam operasi di Kampung Pinapa. Lokasi itu berada di Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Jeki Murib dikenal sebagai Komandan KKB/OPM di wilayah tersebut. Aparat menilai ia terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan.
Operasi berlangsung pada Rabu, 29 April 2026. TNI menyebut tindakan ini bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat.
“Baca Juga: Prabowo Nyanyi Lagu Nasional Bersama Siswa Cilacap“
TNI menyatakan Jeki dan kelompoknya sering beraksi di Puncak dan Mimika. Karena itu, aparat terus memantau pergerakan kelompok tersebut.
Menurut keterangan resmi, kelompok ini pernah menyandera 18 karyawan PT Freeport Indonesia. Peristiwa itu terjadi di Tower 270, Distrik Tembagapura.
Selain itu, kelompok tersebut juga diduga menyerang pekerja pembangunan puskesmas di Kampung Eromaga.
Aparat juga mencatat penembakan di Bandara Aminggaru. Kemudian, terjadi penyerangan terhadap anggota Koramil Tembagapura.
TNI menyebut kelompok itu melukai seorang warga sipil di jalur tambang MP 50. Setelah itu, kelompok yang sama diduga menembak dua karyawan PT Freeport Indonesia.
Insiden lain juga terjadi saat aparat mengevakuasi korban. Saat itu, kelompok tersebut disebut menyerang personel Polri.
Karena rangkaian kejadian itu, aparat meningkatkan operasi pengamanan di wilayah rawan.
Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyampaikan dampak dari aksi tersebut.
Ia mengatakan tindakan kelompok bersenjata menimbulkan rasa takut di masyarakat. Selain itu, aktivitas ekonomi warga ikut terganggu.
Menurutnya, kondisi keamanan yang tidak stabil juga menghambat kegiatan sehari-hari masyarakat.
TNI menjelaskan operasi ini berjalan dalam kerangka Operasi Militer Selain Perang atau OMSP.
Pelaksanaan tugas tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025. Selain itu, pemerintah juga memakai pendekatan keamanan dan kesejahteraan.
TNI merujuk Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 dalam langkah penanganan Papua.
Kebijakan itu menekankan perlindungan masyarakat serta percepatan pembangunan daerah.
Wirya menyatakan pasukan menjalankan operasi secara terukur dan profesional. Selain itu, aparat mengutamakan keselamatan warga sipil.
Ia menambahkan tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah ikut memberi dukungan.
Menurutnya, kerja sama semua pihak penting untuk menjaga Papua tetap aman.
TNI juga menyampaikan pesan kepada kelompok yang masih berada di hutan.
Aparat mengajak mereka menghentikan kekerasan dan kembali ke masyarakat. Selain itu, TNI mendorong semua pihak ikut membangun Papua.
Pemerintah berharap wilayah Papua bisa berkembang dalam suasana damai, aman, dan sejahtera.
“Baca Juga: Tas Selempang Berat Picu Skoliosis, Mitos atau Fakta?“