
Gunung di Kamchatka Meletus Usai Gempa dan Tsunami Dahsyat
koranindonesia.id – Gunung Berapi Krasheninnikov di Kamchatka, Rusia timur jauh, meletus untuk pertama kalinya dalam lebih dari 500 tahun. Letusan ini terjadi pada Minggu malam dan memuntahkan abu vulkanik setinggi enam kilometer ke udara.
Menurut Kementerian Darurat Rusia, letusan tidak mengancam wilayah berpenduduk. Namun, para ahli tetap mengawasi perkembangan aktivitas gunung tersebut secara ketat.
Letusan ini mengejutkan para peneliti karena gunung tersebut telah lama dianggap tidak aktif. Letusan terakhirnya tercatat pada abad ke-15, atau lebih dari lima abad yang lalu.
“Baca Juga: Kakek Tewas Terseret Banjir Usai Tembok Longsor di Puncak“
Beberapa jam setelah letusan, gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Richter mengguncang wilayah Kepulauan Kuril, tidak jauh dari lokasi gunung meletus. Gempa ini memicu peringatan tsunami di tiga wilayah semenanjung Kamchatka.
Gelombang yang tercipta akibat gempa dilaporkan mencapai tinggi sekitar 18 sentimeter. Meskipun gelombangnya tergolong rendah, otoritas tetap meminta warga untuk menjauhi pantai demi keselamatan.
Kementerian Darurat Rusia menekankan bahwa situasi tetap dipantau dengan ketat dan mengimbau warga untuk tetap waspada dalam beberapa hari ke depan.
Para ahli menduga bahwa letusan Gunung Krasheninnikov dan gempa terbaru tersebut memiliki kaitan dengan gempa besar sebelumnya yang berkekuatan 8,8 SR. Gempa tersebut mengguncang wilayah yang sama pada minggu lalu dan menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah Rusia.
Gempa tersebut memicu peringatan tsunami ke wilayah-wilayah di sepanjang Samudra Pasifik. Negara-negara yang terdampak termasuk Jepang, Hawaii, Indonesia, dan Polinesia.
Olga Girina, Kepala Tim Tanggap Erupsi Gunung Berapi Kamchatka, menyatakan bahwa tekanan tektonik akibat gempa besar bisa saja memicu aktivitas vulkanik. Hal ini sesuai dengan karakteristik wilayah yang berada dalam jalur “Cincin Api Pasifik”.
Semenanjung Kamchatka memang tergolong wilayah terpencil, namun letaknya sangat rawan bencana geologi. Wilayah ini berada dalam zona yang dikenal sebagai “Cincin Api Pasifik”—lingkaran wilayah di Samudra Pasifik yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi.
Dengan banyaknya gunung berapi aktif dan lempeng tektonik yang terus bergerak, Kamchatka menjadi salah satu pusat pengamatan geologi penting di dunia. Aktivitas gunung berapi dan gempa bumi di sini sering menjadi acuan studi bagi para peneliti global.
Kementerian Darurat Rusia menyampaikan bahwa meskipun saat ini tidak ada korban jiwa atau kerusakan besar, warga tetap harus siaga. Mereka memperkirakan gempa susulan bisa terjadi dalam beberapa minggu ke depan.
Para ahli memperingatkan bahwa tekanan dalam lempeng tektonik masih belum sepenuhnya stabil. Oleh karena itu, segala kemungkinan termasuk gempa dan letusan lanjutan masih bisa terjadi kapan saja.
Pemerintah setempat juga menyiapkan jalur evakuasi dan posko darurat untuk mengantisipasi kondisi terburuk.
“Baca Juga: Puluhan Ribu Warga Sydney Turun ke Jalan Dukung Gaza“